Laporan: Putri Nova ZP

BANDARLAMPUNG-Kebangkitan khasanah kebudayaan merupakan kekayaan yang luar biasa. Tak ternilai harganya. Pun demikian dengan kebangkitan Perkumpulan Urang Banten (PUB).

Ditemui dikediamannya, Prof Karomani menjelaskan, PUB yang dipimpinnya diharapkan memiliki advanted bagi masyarakat Banten yang lahir dan besar di Lampung, begitu sebaliknya, masyarakat Lampung yang ada di Banten hari ini.

“Membangkitkan dan merekatkan hubungan historis ini yang menyemangati saya bersama kawan-kawan untuk ada di PUB,” urai Ki Aom, sapaan Karomani.

Sama halnya dengan Minang Kabau, masyarakat Lampung dan Banten dalam sejarahnya merupakan saudara yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Bukti konkrit yang bisa kita lihat adalah pengakuan yang sangat luar biasa terhadap Pahlawan Nasional Radin Inten.

“Dalam sejarahnya, Radin Inten adalah putra Sultan Banten, berjuang dan mengabdikan dirinya di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai kemudian di jadikan sebagai Pahlawan Nasional dari Lampung. Ini merupakan penghormatan yang luar biasa bagi masyarakat Lampung kepada saudaranya di Banten. Begitu sebaliknya, kampung Cikoneng di Banten adalah kebaikan orang Banten kepada saudaranya asal Lampung untuk menetap dan bermukim disana. Mereka masih menggunakan bahasa Lampung. Bahkan, tak ada satupun warga Banten berkeberatan hal itu,’ urai Ki Aom.

BACA JUGA  Gubernur Beri Beasiswa, Karomani; Unila Dukung Program Pemprov

Komunitas masyarakat dua daerah ini sangat dan patut diacungkan jempol. Karena, keduanya menganut prilaku; dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

“Keberagaman ini yang membuat saya, semangat untuk mempertahankannya. Caranya, mensuport aspek pendidikan dan kesejahteraan. Oleh karenanya, karena bangsa Indonesia menghormati dan memelihara keberagaman, makanya saya siap untuk itu. Dan dua hal tersebut menjadi ruh sekaligus marwah kehidupan berbangsa bertanah air kita,” urai Ki Aom.

BACA JUGA  Unila Rotasi Tujuh Pejabat

Oleh karenanya, cita luhur ini harus di pertahankan dan suport agar, tujuan berbangsa dari dua aspek; pencerdasan dan kesejahteraan bisa tercapai dan wujudkan.

“Pencapaian itu merupakan pengabdian yang luhur segenap komponen yang ada di PUB guna ikut membangun bangsa Indonesia. Makanya saya mengajak potensi yang besar ini untuk secara serius ditangani dengan baik,” imbuh Ki Aom.

Kedepan, Ki Aom berharap, ada peran konkrit mahasiswa Unila di Cikoneng. Caranya? Jika tak ada aral melintang-dan disetujui bersama ada KKN bersama antara Unila dan Untirta.

“Kita akan melakukan pendampingan bagi saudara kita di Cikoneng, agar mereka lebih produktif dalam semua bidang kehidupan. Demikian pula masyarakat Banten yang blahir dan besar di Lampung,” pungkas KI Aom.()

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here