Khamami Tolak Izin Penambangan Batubara

164
BERBAGI

Laporan : Nara J Afkar
MESUJI РTerkait Izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi Batubara di dua kecamatan yaitu kecamatan Tanjung Raya seluas 4.795 Ha dan Kecamatan Panca Jaya  seluas 3.341 Ha yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji yang sudah dikeluarkan oleh Dinas penanaman modal dan pelayanan satu pintu (DPMPT) Provinsi Lampung bakal menuai protes dan penolakan dari pemerintah dan masyarakat Mesuji.

Hal itu dikatakan Putrawan Jisa Putra SH Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dinas penanaman modal dan perizinan satu pintu (DPMPT) Kabupaten Mesuji menanggapi soal Izin Usaha pertambangan yang sudah diberikan kepada PT.Nokano Coal Mining dan PT Indotex Pratama Jaya dari Jakarta, untuk Eksplorasi di wilayah kabupaten Mesuji.

BACA JUGA  Tinggi Langit Mu, Tak Seindah Bumi Mesuji Ku

“Kita akan menggelar rapat lintas OPD senin (12/11) dan akan menyimpulkan langkah-langkah yang akan diambil berkaitan dengan terbitnya SK tersebut,”jelas Putrawan, jumat (9/11).

Putrawan menegaskan, bahwa IUP operasional itu tidak serta merta dapat dilaksanakan. Banyak hal yang harus di lakukan oleh pemegang iup diantaranya berkaitan dengan pembebasan lahan, laporan pematokan batas wilayah, dan perusahaan harus mempunyai sertifikat clean and clear yang diterbitkan oleh kementerian ESDM dan lain lain. karena pada dasarnya kedua perusahaan itu baru secara de jure mengusai tetapi secara de facto perusahaan tersebut belum menguasai apa apa.

BACA JUGA  Bermasalah, Rigid Beton Pangkal Mas Mulya tak Rampung

“Saya yakin masyarakat Mesuji sudah cerdas dan tidak serta merta menjual lahan dan lebih cenderung memikirkan dampak lingkungan, habitat, kelangsungan hidup dan yang paling penting kita dipahami bersama adalah kelestarian lingkungan adalah sesuatu yang sangat berharga sebagai warisan untuk anak cucu kita kedepan,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here