Kemerdekaan Indonesia Bukan Hadiah, Tapi Diraih Dari Hasil Perjuangan Yang Panjang.

Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemerdekaan Indonesia Bukan Hadiah, Tapi Diraih Dari Hasil Perjuangan Yang Panjang.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari bangsa penjajah, tetapi kemerdekaan diraih dari perjuangan yang panjang berkat kegigihan yang gagah berani dari para pahlawan pejuang bangsa yang mengorbanjan darah, jiwa, raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra saat bincang santai sambil ngopi bareng dan makan gorengan di kediamannya seputaran Pahoman, Minggu sore (10/08/2025).

Kepada awak Media H. Tony Eka Candra mengatakan, “Indonesia satu satunya negara di dunia yang merdeka dengan mengusir penjajah, bukan hadiah atau pemberian dari penjajah.”

Tony yang juga mantan Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung Tahun 1998-2002 menegaskan bahwa, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan simbol perlawanan bangsa Indonesia terhadap belengu penjajahan dan terlepasnya Indonesia dari penguasaan penjajahan oleh bangsa asing, menjadi negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat untuk menentukan nasib dan masa depan bangsanya sendiri.

Kemerdekaan Indonesia direbut dan dipertahankan dengan bersatunya segenap komponen bangsa dari berbagai suku, golongan, ras, agama di seluruh nusantara Indonesia dengan semboyan merdeka atau mati, ujar Tony yang juga Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Terima Kagama Lampung, Gubernur Dorong Penguatan Kolaborasi dan Percepatan Hilirisasi Komoditas Berbasis Desa

Dengan jiwa dan semangat juang yang tinggi, upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilalui dengan perjuangan dan berbagai pertempuran, diantaranya: Pertempuran Surabaya yang menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, Bandung Lautan Api, Pertempuran Medan Area, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Pertempuran Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogja, Perang Puputan Margarana di Bali, dan banyak pertempuran lainnya di berbagai daerah di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Hal ini menegaskan bahwa, mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara baik dari dalam maupun dari luar dengan sebuah perjuangan yang panjang melalui pengorbanan darah, jiwa dan raga dari para Pahlawan Pejuang Kesuma Bangsa, tegas Tony Ketua ORGANDA Bandar Lampung ini.

Tony yang juga pemegang Sabuk Hitam DAN VII Karate-Do ini mengatakan, dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ada makna kejuangan dari perjuangan para Pahlawan Kesuma Bangsa yang harus dilestarikan dan diteruskan untuk diwariskan kepada generasi penerus bangsa, guna untuk mempertebal Semangat Kebangsaan, Patriotisme dan Nasionalisme, serta Semangat Bela Negara dalam mengisi kemerdekaan, yaitu Nilai-Nilai Kejuangan 1945: Jiwa Juang, Semangat Juang, Cita-Cita Juang dan Pusaka Juang 1945.

Baca Juga:  GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

Jiwa Juang ’45 adalah: Jiwa yang ingin merdeka, bebas dari belengu penjajahan, belengu kebodohan, belengu kemiskinan, kemelaratan dan keterbelakangan.

Semangat Juang ’45 adalah: semangat perjuangan yang menyala-nyala dan semangat juang yang tinggi, pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dan rela berkorban, yang dimiliki oleh para pahlawan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penjajah merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Nilai Juang ’45 adalah: Nilai-Nilai yang terkandung dalam tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945, serta Nilai-Nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan UUD 1945, yang harus diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pusaka Juang ’45 adalah: Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh bersatu, berdaulat dan bermartabat, yang harus terus dijaga dan dipertahankan sampai kapanpun, tutup Tony.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi
Arus Mudik Lebaran Makin Ramai, Bupati Egi Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman di Jalur Trans Sumatra
Cek Langsung ke Pasar, Sekda Supriyanto Pastikan Harga Sembako di Lampung Selatan Masih Terkendali
Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali
Bupati Egi Dampingi Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Arus Mudik Bakauheni, Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman
Ketua MPR: Dana 1 Juta Riyal dari Liga Muslim untuk Rakyat Aceh Rayakan Tradisi Meugang
Firman Soebagyo: Anggaran Pensiun Pejabat Lebih Baik untuk Kesejahteraan Guru dan Perawat
Kapolres Ketua Bhayangkari Cabang Mesuji Tinjau Pos Yan & Pos PAM, Berikan Bingkisan kepada Petugas

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:20 WIB

Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:16 WIB

Arus Mudik Lebaran Makin Ramai, Bupati Egi Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman di Jalur Trans Sumatra

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:13 WIB

Cek Langsung ke Pasar, Sekda Supriyanto Pastikan Harga Sembako di Lampung Selatan Masih Terkendali

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:09 WIB

Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:06 WIB

Bupati Egi Dampingi Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Arus Mudik Bakauheni, Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi

Selasa, 17 Mar 2026 - 21:20 WIB