Laporan: Ilham/Cj
LAMPUNG SELATAN – Peristiwa tsunami Selat Sunda yang menghantam daerah Pesisir Banten dan Provinsi Lampung.

memang meninggalkan duka yang mendalam. Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Sumarju Saeni (9/9) di ruang kerjanya.

“Masyarakat adalah pelaku penting untuk mengurangi kerentanan dengan meningkatkan kemampuan diri dalam menangani bencana,” kata Panglima Tagana ini julukan Sumarju.

Dikatakan, Kementerian Sosial mengalokasikan kegiatan Kampung Siaga Bencana (KSB) di empat Desa sepanjang pantai di Kabupaten Lampung Selatan.

BACA JUGA  Sumarju: Jimpitan Budaya Atasi Masalah Sosial

Menurutnya, empat desa tersebut adalah, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo dan Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung.

Terpisah, Dra.Ni Masitoh Tri Siswandewi M.Si selaku Kasubdit Kesiapsiagaan dan Motivasi Dit. PSKBA Kemensos RI menjelaskan bahwa KSB yang akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 September diikuti oleh masing- masing Desa sebanyak 60 orang.

BACA JUGA  Sumarju: Banyak Anak Disituasi Sulit

KSB bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kerawanan dan ancaman bencana.

Selain itu, membentuk jejaring yang terkait dengan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, mengorganisir potensi masyarakat, memberikan kepastian dan kesinambungan, memperkuat hubungan sosial dan mengoptimalkan potensi sumberdaya.

“Rencananya KSB ini akan dicanangkan Dirjen Linjamsos Kemensos RI bersama Plt.Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pada akhir latihan di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo.” [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here