BERBAGI

Laporan : Putri Nova
LAMPUNGTIMUR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke 57, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lampung Timur mengadakan kegiatan perkemahan se Lampung Timur yang di pusatkan di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari. Kegiatan tahunan ini di selenggarakan mulai tanggal 24 September hingga 27 September 2018.

Acara perkemahan yang diikuti oleh seluruh sekolah dasar hingga Menengah Atas se- Kecamatan Batanghari ini dirangkai dengan beberapa lomba-lomba seperti lomba layang-layang, kuliner, spot idol dan lomba rangking 1 dengan tujuan agar anggota pramuka dapat semakin kreatif.

“Jumlah keseluruhan tenda yang berdiri di area perkemahan yakni sebanyak 205 tenda yang terbagi menjadi golongan penggalang dan golongan penegak. Jadi kegiatan dan lokasi kemah antara penggalang dan penegak pun berbeda”, terang Paryanto, Sekretaris Kwarcab Lampung timur kepada lintaslampung.com

“Kecamatan Batanghari sebagai tuan rumah di wajibkan mengirimkan semua regu Pramuka dalam kegiatan ini. Setiap Sekolah Dasar hingga Menengah Atas wajib mengirim 1 regu putra dan 1 regu putri. Sedangkan utusan kwartir ranting diwajibkan mengirim 2 penggalang yang terdiri dari 1 putra dan 1 putri serta 2 sangga yang terdiri dari 1 putra dan 1 putri”, Lanjut Paryanto.

BACA JUGA  Zaiful Gagal Terima Rekom Golkar

Pembina Pendamping dari Sekolah Dasar yang menemani murid-murid berkemah turut senang, karena dengan kegiatan ini dapat melatih siswa-siswi menjadi lebih disiplin. “Saya sebagai pihak sekolah senang sekali bisa ikut serta dalam kegiatan ini, karena bisa melatih siswa lebih mandiri. Saya berharap kedepannya anak-anak dapat terampil melakukan hal-hal yang positif”, ujar Sarwanti, Guru Pendamping SDN 02 Sribasuki. “Walaupun hanya mengirim 1 regu yang terdiri dari 13 orang karena siswa sekolahnya sedikit, tapi kami tetap antusias ikut perkemahan ini”, lanjutnya.

Guru Pembimbing asal Madrasah Ibtidiyah Islamiyah Sumberejo, Ahmad Mukhlis juga turut senang. Menurutnya kegiatan perkemahan seperti ini dapat mendidik anak-anak menjadi lebih mandiri. Selain itu juga anak-anak dapat berkreasi dan memiliki wawasan pramuka yang lebih luas. “Antusias sekali anak-anak ini apalagi anggota siaga senang bermain, maka dalam kegiatan perkemahan ini di berikan dunia permainan. Semoga kegiatan selanjutnya bisa lebih semarak lagi”.

BACA JUGA  Sopian Sitepu: Kaji Ulang Laporan Itu..

Lain halnya dengan Guru Pendamping di SDN 2 Nampirejo yang mengeluhkan pengelolaan parkir bagi guru pendamping yang datang dan pergi dari area perkemahan. “Saya senang ada kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Hanya saja ada masalah entah dari pengelola atau bagaimana, banyak keluhan masalah parkir”, terang Dion. “Kendaraan baru masuk sudah harus bayar. Sedangkan guru-guru ini bolak-balik keluar lingkungan kemah untuk kebutuhan siswa juga”.

Dalam kegiatan ini juga akan ada beberapa penilaian memperebutkan trofi dan uang pembina untuk peserta perkemahan. Dalam penilaian tenda terbaik, kriterianya yakni kebersihan dan keindahan di lokasi tenda. Sedangkan karnaval yang bertajuk NKRI kriteria penilaiannya yakni kerapihan dan kelengkapan pakaian serta atribut anggota gerakan pramuka. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here