BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /Akt
MEDAN – Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh kebahagiaan orang tua. Kebahagiaan yang dirasakan orang tua diyakini dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Elizabeth Santosa dalam sebuah acara di Medan, Rabu (14/11).

“Orang tua yang bahagia akan berpengaruh besar dalam tumbuh kembang anak. Itu yang masih belum disadari orang tua, khususnya di Indonesia,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Lizi itu menyebutkan, anak memiliki ikatan yang dekat dengan orang tuanya sehingga saat ibu dan bapak tidak bahagia dampak dari berbagai persoalan, maka anak merasakannya dan akan berdampak pada pertumbuhan hidupnya.

Singkatnya, kata Lizi, orang yang bahagia akan menimbulkan ketahanan anak terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan.

BACA JUGA  Lebaran Tanpa Nastar Kurang Lengkap? Coba Resep Ini

Dia mengungkapkan, anak-anak akan merasa bahagia dan menjadi kenangan baik dan kekuatan bagi dirinya, saat orang tua benar -benar hadir untuknya.

Orang tua yang benar-benar hadir untuk anaknya antara lain dengan melakukan aktivitas bersama tanpa distraksi serta melakukan “eye-to-eye contact” saat bersama anak.

“Membuat anak merasa dirinya paling penting bagi orang tua akan menimbulkan banyak hal positif dalam perkembangan anak seperti percaya diri dan hidup bahagia,” katanya.

Dia mengakui, selain kebahagiaan, anak juga butuh nutrisi untuk tumbuh kembang dengan baik.

Brand Executive Nestle Lactogrow, Pramudita Sarastri menuturkan, Lactogrow sebagai susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun ke atas, mengadakan workshop bertema Grow Happy Parenting untuk berbagi tips mengenai gaya pola asuh ‘Grow Happy’ kepada para orang tua.

BACA JUGA  Terungkap, Sate Padang "Daging Babi"

Kegiatan itu, ujar dia, merupakan tindak lanjut dari hasil pemaparan studi Child Happiness yang diumumkan Nestle Lactogrow pada Juli lalu di Jakarta. Studi Child Happiness menemukan bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua.

Bahkan lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau kakaknya. Namun nyatanya ditemukan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here