BERBAGI
Udang Vannamei

Laporan: Vona

BANDARLAMPUNG-Kasus penutupan beberapa area tambak di Pesisir Barat terus berpolemik. Meski sedikit memiliki celah rekonsiliasi, masih pada tataran konsep.

Demikian kesimpulan pertemuan antar pihak; Pemkab Pesisir Barat, Agusri-Pengusaha Tambak dan Ombudsman Perwakilan Lampung, Rabu (16/12).

Kabag Hukum Pemkab Pesisir Barat, Edwin, seusai pertemuan berharap semua pihak bisa menemukan titik terang penyelesaian kasus ini. Dikatakan, solusi menjadikan lokasi tersebut menjadi daerah ekowisata sedang digodok pemerintah.

BACA JUGA  Ombudsman; Semangat Atasi Banjir, Harus Sama Dengan Semangat Membangun Fly Over

Kepala Perwakilan Ombudsman Lampung, Nurokhman menyakini, persoalan ini masih bisa diselesaikan dengan cara-cara yang baik. Dikatakan, perundingan yang dilakukan merupakan langkah positif untuk memperbaiki keadaan.

Agusri,  pemilik tambak berpolemik yang juga Ketua Ikatan Petambak Pesisir Barat Sumatra (IPPBS) mengatakan, para pengusaha tambak sudah melaksanakan aturan untuk memperpanjang izin, namun ditolak pemkab, lantaran kawasan tersebut melanggar perda.

BACA JUGA  Delapan Tambak Ditutup Pemda Pesbar

Meski demikian, Agusri berharap win win solution yang ditawarkan diselesaikan secara paripurna. Dan tidak terpenggal-penggal serta memberikan kenyamanan buat semua.

Diketahui, kasus penutupan tujuh tambak udang di Pesisir Barat, berujung pengaduan ke Mapolda Lampung. Dan kini kasusnya masih berlanjut sampai sekarang dengan empat tersangka dari Pemkab Pesisir Barat telah ditetapkan. ()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here