BERBAGI
Febridyansah Juru Bicara KPK. Net

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memanggil Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim alias Nunik.

Dikatakan Jubir KPK, Febri Diansyah, ketidak hadiran Nunik disebabkan keterlambatan tiba surat kepada yang bersangkutan (Nunik-red), (21/11).

Nunik dipanggil terkait dengan kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016.

“Nunik dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HA Hong Arta,” kata Febri.

BACA JUGA  Nunik Buka Ruang Generasi Muda Eksplorasi Kebudayaan

Segera bertambah tersangka baru? Febri menegaskan, hingga saat ini tim penyidik masih mengumpulkan keterangan.

“Belum ada, belum,”kata Febri.

KPK sebelumnya menetapkan Komisaris dan Direktur PT Sharleen Raya Hong Arta John Alfred sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Kementerian PUPR.

Hong Arta diduga bersama-sama sejumlah pengusaha lain menyuap sejumlah penyelenggara negara untuk memuluskan usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara.

BACA JUGA  Wagub: Rapid Test 79 Awak Media Negatif

KPK menduga Hong Arta memberi suap pada Ketua Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar secara bertahap di tahun 2015.

Selain itu, Hong Arta memberikan suap sebesar Rp 1 miliar kepada anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP periode 2009-2014 Damayanti Wisnu Putranti pada November 2015.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here