BERBAGI
ilustrasi

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-Kasus dugaan pencabulan di kampus UIN Lampung ditunggu masyarakat. Menurut legilator DPD RI, Andi S, berindikasi pada menghambat proses penegakan hukum sekaligus pelecehan institusi. Karena ada ujaran ‘menang jadi arang kalah jadi abu” tulis Anggota MPR/DPR Andi liwat rilis MPR/DPD yang dikirim ke lintaslampung.

Dirinya memaparkan, sebagai anggota parlemen yang menjunjung tinggi norma hukum.

“Saya berhak mengkritisi masalah ini karena berkait dengan penegakan hukum. Hingga saat ini saya belum dapat info lebih baru dari pihak kepolisian hingga sejauh mana perkembangan lidik atau sidik kasus dugaan oknum dosen cabul ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Polisi Masih Kaji Pengaduan UIN

“Saya hanya tahu dari media pers bahwa ada utusan UIN kepada pihak keluarga menyampaikan ujaran ‘menang jadi arang kalah jadi abu’ yang mengandung makna ketidakpercayaan dan mendegradasi proses penegakan hukum. Polisi harus selidiki masalah ini dengan asas praduga tak bersalah, siapa utusannya dan siapa yang perintahkan pesan seperti itu.”

BACA JUGA  Prof Aom Karomani: Intelektual Harus Bijak

Dikatakannya, ada dua kasus yang saling berhubungan, yaitu; kasus dugaan pencabulan itu sendiri dan ujaran yang melemahkan penegakan hukum.

“Ujaran itu ‘kan mengandung ketidakpercayaan kepada polisi dan hakim pengadilan, seolah-olah institusi kepolisian dan kehakiman tidak profesional dalam menciptakan keadilan di tengah masyarakat. Ini sama saja dengan pelecehan baik secara institusional maupun profesi hakim dan polisi,”pungkas Andi.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here