Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Setelah melakukan peninjauan dan kunjungan ke SMP IT Insan Robbani Senin kemarin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), dalam hal ini melalui Kasi Pembinaan SMP Kabupaten Lampung Utara, Merlin Sofia, dan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Lampura, Sumarni, mengadakan pertemuan dengan orang tua kedua belah pihak kasus perundungan disekolah, Selasa, (17/11).

Pertemuan diawali dengan mendengarkan keterangan dari orang tua korban bully, satu persatu orang tua korban menceritakan kronologis kejadian yang dialami oleh anaknya, dari seluruh keterangan orang tua korban, hampir semua korban mengalami hal yang sama.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut sempat ditunda dengan ishoma, kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan keluarga dari anak didik yang melakukan bully terhadap adik kelasnya atas permintaan orang tua korban. Salah satu orang tua perwakilan dari pihak pembully menyampaikan permohonan maaf atas prilaku buah hatinya selama mengikuti boarding school yang telah melukai perasaan orang tua korban.

BACA JUGA  Budi Utomo Segera Defenitif

“Saya mewakili orang tua yang lainnya, dihadapan bapak ibu sekalian memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan ananda saya dan teman-temannya yang lain, yang mana telah berbuat kasar kepada adik kelasnya, sehingga membuat bapak ibu sekalian terluka hatinya, sekali lagi saya mohon maaf, dan saya menerima atas sanksi yang akan diberikan kepada anak saya oleh pihak sekolah,” lirihnya.

Setelah mendengarkan permintaan maaf dan komitmen dari orang tua anak yang melakukan perundungan terhadap adik kelasnya, serta mendengarkan saran-saran dari mediator akhirnya seluruh forum mediasi menyatakan sepakat untuk berdamai.

Hasil kesepakatan damai ditanda tangani oleh para wali murid, dan disaksikan oleh Kasi Pembinaan SMP, Merlin Sofia. Dalam kesempatan itu, Merlin mengatakan bahwa apapun hasil keputusan mediasi, seluruhnya akan diserahkan kepada pihak yayasan dan sekolah, apa yang menjadi komitmen, agar dilaksanakan secara tegas.

“Apabila nanti anak-anak ini dikembalikan ke orang tua, tolong kepada pihak sekolah agar terus dipantau dan diawasi, serta pastikan anak didik ini mendapatkan sekolah yang baru, ini sebagai bentuk perhatian kita kepada mereka, karena mereka inilah generasi penerus,” pesan merlin, kepada pihak sekolah.

BACA JUGA  Tergiur Pinjaman Berkedok Koperasi, Emak-emak Lapor Polisi

Sementara itu, pihak boarding school, yang diwakili oleh kepala pondok SMP IT Insan Robbani, Arif Budiman, mengakui kelalaian pengawasan pihak sekolah khususnya boarding school, Ia juga mengatakan bahwa pihak yayasan dan sekolah akan memperbaiki kinerja pelayanan dan pengawasan terhadap siswa atau santri yang bersekolah disana, dan akan merealisasikan komitmen bersama dalam kesepakatan damai tersebut. Dirinya juga meminta maaf kepada awak media apabila dalam pernyataan sebelumnya sempat mengeluarkan perkataan yang tidak layak diucapkan, terlebih sebagai seorang pendidik.

“Kami mengaku lalai mas, kami berjanji akan menjalankan hasil komitmen bersama tadi, serta terus memberikan perhatian kepada ke empat santri kami, sampai mereka mendapatkan sekolah yang lebih baik, dan juga saya mohon maaf kepada kawan-kawan media, apabila pernyataan saya sebelumnya sempat melukai perasaan dari kawan-kawan semua, saya khilaf mas,sekali lagi saya mohon maaf,” pungkasnya.[*]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here