Laporan : Vona/Agus S/CJ
LAMPUNG TENGAH – TNI-Polri sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 apabila menemukan hambatan terkait Pemilu untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur tatap dan aturan hukum yang berlaku.

Hal ini disampaikan Kapolres Lampung Tengah (Lamteng) AKBP I Made Rasma saat menggelar apel pergeseran pasukan (Serpas) untuk melaksanakan pengamanan tahap pungut suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), di lapangan Mapolres, Senin (15/4).

BACA JUGA  Kapolres Lamteng Berharap Bentrokan Tak Terulang Lagi

Kapolres mengatakan bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya.”Tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu tahun 2019,”tegas Kapolres

IKLAN

Kapolres mengatakan untuk pengamanan TPS sedikitnya 748 personil gabungan TNI-Polri dikerahkan.”748 personel akan mengamankan 3953 TPS yang tersebar diwilayah Lamteng,”jelas Kapolres.

BACA JUGA  Bawaslu Lamteng Pastikan Tidak Ada Money Politics Pada Oknum Polisi

Dalam pengamanan tersebut Polres Lamteng membagi wilayah menjadi tiga Rayon, yaitu Rayon A wilayah Barat dipimpin Kabag Sumda, Rayon B wilayah Tengah dipimpin Kabag Ops, dan Rayon C wilayah Timur dipimpin Kabag Ren. Selanjutnya disiagakan juga perwira pengendali kecamatan serta pengendali TPS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here