illustrasi

Laporan : Heri/CJ
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah di perdagangan pasar spot hari ini.

Dolar AS sudah begitu dekat dengan Rp 14.300.

Pada Kamis (15/8), pukul 09:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.285.

Rupiah melemah 0,32% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan penguatan 0,52%. Rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia.

Namun hari ini kemungkinan rupiah tidak bisa melanjutkan pencapaian tersebut.

BACA JUGA  BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Melemah

Apa daya, sentimen eksternal sedang tidak mendukung. Sepertinya risk appetite investor sedang sangat rendah, aset-aset berisiko di negara berkembang akan kesulitan menjaring peminat.

Penyebabnya adalah persepsi risiko resesi yang semakin tebal. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua dan 10 tahun mengalami inversi alias yang jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang.

Inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap dikaitkan dengan pertanda resesi.

Jadi, jangan berharap banyak pasar keuangan Indonesia bakal kedatangan arus modal yang deras hari ini. Akibatnya, sangat sulit bagi rupiah untuk kembali menguat.

BACA JUGA  Dolar AS Kian Dekat Ke Rp 14.300, Rupiah Melemah

Pasar Nantikan Data Perdagangan

Sementara dari dalam negeri, investor juga dipaksa bermain aman karena menunggu rilis data perdagangan internasional yang akan dirilis pukul 11:00 WIB nanti.

Konsensus pasar yang dihimpun memperkirakan ekspor pada Juli terkontraksi alias turun 11,59% year-on-year (YoY) dan impor negatif 19,38% YoY. Sementara neraca perdagangan diperkirakan defisit US$ 384,5 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here