illustrasi

Laporan : Heri/CJ
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot pagi ini.

Padahal seharusnya ada sentimen positif buat rupiah menyusul keputusan rapat Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Pada Kamis (19/9), pukul 09:05 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.089.

Rupiah melemah 0,24% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Kala pembukaan pasar, rupiah sudah melemah 0,14%. Seiring jalan, depresiasi rupiah malah semakin parah.

Namun rupiah tidak sendiri, karena mayoritas mata uang utama Asia bernasib serupa. Sejauh ini hanya dolar Hong Kong, rupee India, dan yen Jepang yang mampu menguat. Sisanya tidak selamat, terjerumus ke zona merah.

BACA JUGA  Pembukaan Pasar Rupiah Tertahan, Kehabisan Tenaga?

The Fed Turunkan Bunga, Dolar AS Jadi Kurang Seksi?

Dini hari tadi waktu Indonesia, The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,75-2%. Ini menjadi penurunan kedua dalam dua bulan terakhir.

Jerome ‘Jay’ Powell, Ketua The Fed, menilai proyeksi ekonomi AS masih bagus (favourable). Namun bagaimanapun juga AS akan terimbas dampak negatif dari perlambatan ekonomi negara-negara lain.

Oleh karena itu, Powell menyebut penurunan suku bunga acuan kali ini adalah untuk mengantisipasi berbagai risiko ke depan seperti perlambatan ekonomi global dan friksi dagang, terutama AS-China.

BACA JUGA  Rupiah Sulit Bergerak, Menunggu 'Umpan Lambung' BI

Bahkan kalau ekonomi Negeri Paman Sam juga melambat, bukan tidak mungkin suku bunga acuan akan dipangkas lagi.

“Kalau ekonomi turun, maka siklus penurunan suku bunga yang lebih ekstensif adalah hal yang layak. Kami akan sangat bergantung kepada data (data dependent), kami tidak akan menentukan arah sebelumnya, kami akan membuat keputusan dari rapat ke rapat. Untuk saat ini, sepertinya yang kami lakukan sudah cukup,” jelas Powell, seperti diwartakan Reuters.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here