BERBAGI

BANDARLAMPUNG – PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regional IV Tanjung Karang mengadakan Bhakti Sosial berupa pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat yang ada di sekitar jalur rel dengan menggunakan Rail Clinic di stasiun Tulungbuyut pada Rabu-Kamis (11-12/07).

Bhakti Sosial di Stasiun Tegineneng menghadirkan 200 warga sekitarnya. Rail Clinic merupakan Retrofit Kereta Rel Diesel (KRD) yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan fasilitas alat-alat kesehatan yang modern, serba digital, dan terdapat pintu evakuasi bagi pasien dalam keadaan darurat.

Ada dua kereta dalam rangkaian Rail Clinic. Kereta pertama, adalah ruangan tindakan medis, mulai dari pelayanan darurat meliputi : bantuan hidup dasar atau CPR, alat monitoring pasien, alat kejut jantung, tindakan bedah minor, rekam jantung, hingga penanganan khusus trauma dapat dilakukan. Sementara di kereta kedua, terdapat fasilitas untuk tindakan persalinan, ruang pemeriksaan umum dan edukasi, serta ruang farmasi.

BACA JUGA  KAI Tanjung Karang Salurkan CSR Ke Warga Tanjung Sari Natar

Suryawan Putra Hias selaku kepala EVP Divre IV Tanjungkarang dalam sambutannya menjelaskan, bahwa secara umum fasilitas pelayanan kesehatan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer dan pelayanan tingkat pertama.

Rail Clinic ini dibagi menjadi beberapa bagian, yakni ruang monitoring dokter, ruang tindakan, pemeriksaan gigi, dan ruang bersalin, juga didukung oleh tenaga medis,dokter umum, dokter gigi, dokter kandungan, bidan, apoteker, petugas lab, petugas polisi mata.

Peralatan medis untuk pemeriksaan mata juga sudah menggunakan alat digital, dental unit pada Rail Clinic ini pun dilengkapi tv monitor sehingga memudahkan pemeriksaan gigi, jelasnya di depan para undangan Kamis 12-07-2018

BACA JUGA  KAI Tambah Petugas Tambahan Di Perlintasan

Suryawan melanjutkan, pada Bhakti Sosial pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis oleh PT. KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan 14 tenaga medis yang terdiri dari dua dokter gigi, dua dokter umum, dua bidan, dua apoteker, dua petugas polisi mata, dua petugas lab dibantu dua perawat.

Disela-sela kegiatan Bhakti sosial dilakukan juga sosialisasi pentingnya peran masyarakat sekitar jalan rel ikut pula dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan Kereta api dengan tidak melakukan pelemparan terhadap kereta api yang melintas serta sosialisasi keberadaan aset PT. KAI, harap Suryawan. [danis/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here