BERBAGI

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Hamdan Zoelva secara tegas mengutuk keras aksi kerusuhan dan kekerasan yang telah mengakibatkan korban baik meninggal maupun luka-luka dan kerugian materi pada saat penyampaian aspirasi di depan gedung Bawaslu RI.

Untuk itu, KAHMI mendesak aparat penegak untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan, termasuk aktor intelektual yang menjadi dalang dalam kerusuhan tersebut.

BACA JUGA  Fuad: Hutang Meroket, Peruntukkan Gak Jelas

“Semua aktor intelektual dan pihak yang mendanai kerusuhan tersebut harus diproses secara tangkas, transparan dan berkeadilan sesuai hukum yang berlaku,” desaknya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga mendesak Menkopolhukam dan Kapolri agar segera memproses dan memberi sanksi tegas terhadap oknum aparat kepolisian yang telah bersikap over acting dan tidak disiplin dalam menangani aksi damai, sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.

BACA JUGA  Prabowo-Sandi Bertemu SBY Di Kuningan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan delapan korban meninggal akibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei. 1. Farhan Syafero, M Reyhan Fajari, Abdul Ajiz, Bachtiar Alamsyah, Adam Nooryan, Widianto Rizky Ramadan, Sandro dan korban tanpa identitas. Anies juga membeberkan jika saat ini masih ada 58 korban dirawat akibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei 2019. Korban dirawat di lima rumah sakit berbeda di DKI Jakarta.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here