BERBAGI

Laporan: Vona/ CJ
LAMPUNG SELATAN-Jelang diresmikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ternyata masih menyisakan masalah ganti rugi. Hal tersebut dialami warga Dusun Kupangcurug, Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Tim Advokasi warga Desa Tanjungratu, Saifullah menjelaskan warga yang menuntut ganti rugi itu semuanya punya sertifikat. “Jumlahnya kurang-lebih ada 39 sertifikat. Dari awal untuk ganti ruginya telah disepakati sebesar Rp7 miliar,” kata Saifullah kemarin pada media.

BACA JUGA  Azka Mandiri Bagi-bagi APD

Yang menjadi pertanyaan para warga, sambung dia, kenapa sertifikat yang dimiliki warga menjadi seolah-olah tak berlaku. “Untuk itu, kami akan melakukan aksi. Bahkan kalau perlu kami akan gelar aksi di Istana Negara untuk menyampaikan langsung keluh kesah kami kepada Pak Presiden Jokowi,” terangnya.

BACA JUGA  Hipni-Melin Terhenti di Pilkada Lamsel

Salah seorang warga, Ajis (40), mengatakan hingga kini ia dan keluarganya sangat mengharapkan uang ganti rugi atas lahan mereka yang kini telah dibangun JTTS. “Lahan kami, tempat tinggal kami sudah digusur, kami sudah mengungsi, numpang di rumah kerabat kami karena hingga kini belum menerima uang ganti ruginya,” ujarnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here