BERBAGI

Laporan : DANIS MULYA/ILHAM PRAYOGI

BANDAR LAMPUNG –┬áKegiatan yang digagas oleh Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani (Kopja Ganti/KJG) itu diagendakan akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo pada Rabu (13/9) acara Kopja Ganti akan digelar pada Sabtu (15/9).

Tidak diperoleh keterangan soal perubahan jadwal presiden, namun yang pasti tempat pelaksanaan acara tersebut tidak berubah. Rencananya kegiatan ini di laksanakan di Desa Krawang Sari Natar Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (15/9).

Ketua Koordinator Nasional Desa Terang, Sri Sutarti menjelaskan KJG merupakan organisasi sosial yang terlahir dari masyarakat petani dan nelayan yang membutuhkan pendampingan untuk kesejahteraan. Melihat kondisi pedesaan di Indonesia saat ini yang banyak belum terpasoki listrik maka diprogramkan desa terang.

“Program ini diiniasi dari program Presiden RI, Joko Widodo, yaitu Indonesia terang. Dengan desa terang itu maka mendukung program Indonesia terang untuk seluruh desa. Program ini terlaksana atas kebutuhan, karena banyak desa yang masih belum mendapatkan pasokan listrik,” kata Sri di Novotel Lampung, Senin (10/9).

BACA JUGA  Nasdem Pesbar Sorong Surya Paloh Cawapres Jokowi

Program untuk 8.094 desa dan 7.014 kecamatan/distrik tersebut akan turut dihadiri 340 kepala daerah se-Indonesia. Sementara untuk Lampung, akan diprogramkan diseluruh desa yang belum teraliri listrik.

Peluncuran Desa Terang di Desa Krawang Sari,_ Natar, Lampung Selatan diagendakan mundur dari jadwal semestinya. Sebab, program yang semestinya diresmikan pada Rabu 12-09-2018 diundur menjadi Sabtu 15-09-2018 mendatang.

Koordinator Pelaksana Desa Terang Seluruh Indonesia, Kahfi M mengatakan pengunduran peresmian program Desa Terang disebabkan Presiden RI yang masih berada di Korea pada Rabu dan baru pulang dihari Sabtu. “Rencananya RI 1 dari Korea transit dulu ke Lampung untuk meresmikan Desa Terang,” kata dia.

BACA JUGA  Pemerintah Harus Jawab soal Pemakaian Dana Haji

Dia melanjutkan, kegiatan itu tidak bekerjasama dengan PLN, karena program yang menggunakan panel tenaga surya atau sollar cell sebagai energi di setiap rumah tidak menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD.

“Kami tidak bekerjasama dengan PLN, karena kami murni dengan tenaga surya dan anggarannya murni dana CSR,” kata dia yang didampingi Koordinator Administrasi Desa Terang, Marlon Siregar.

Dia melanjutkan, kegiatan ini akan diawasi langsung KJG mulai dari distributor hingga ke pekerja dilapangan, sehingga tidak akan ada pungutan-pungutan biaya. “Desa terang tidak memungut biaya apapun dimasyarakat,” tuturnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here