Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mempertahankan desertasinya ‘Pengaruh Rekrutmen, Kompetensi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Anggota DPR RI Periode 2014 – 2019’ di depan penguji di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta, Senin (16/2).

Para penguji terdiri dari promotor guru besar UNJ Yetti Supriyati, R.Madhakomala, Nadiroh (sekretaris), Hamidah (anggota), Ma’ruf Akbar (pemguji senat),  Mardi, dan penguji luar Lili Romli.

Saat ditanya mengapa ambil bidang sumber daya manusia (SDM) sementara latarbelakang Jazilul adalah agama, Jazilul.menegaskan jika semua masalah itu bersumber dari SDM.

BACA JUGA  Aziz Paling Tepat Calon Ketua MPR

Ia mencontohkan berpolitik akan jadi buruk jika SDM nya buruk, beragama, pendidikan, berpolitik dan sebagainya akan buruk jika SDM nya buruk.
Karena itu kata Jazilul,  dalam politik menjadi anggota DPR RI yang terpenting adalah prosea rekrutmen. “Jika proses relrutmen bagus, kader yang baik dan berkualitas maka setelah menjadi anggota DPR RI nanti dipastikan memiliki komitmen untuk menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan baik,” tegas Jazilul.

Sememtara kompetensi menurut Jazilul bisa terus ditingkatkan setelah.menjadi anggota DPR. Selain terus belajar, mengikuti latihan, up grading, dan sebagainya maka akan menjadi kompeten.

BACA JUGA  OSO Gelar 'Seprahan Seperantauan'

“Kompetensi di DPR terbagi pada komisi -komisi. Disamping itu dibantu dengan alat kelengakapan DPR RI. Jadi, yang terpenting dalam politik itu proses rekrutmen,” pungkasnya.

Jazilul disebut penguji sebagai orang yang memperoleh doktor ke 4.283.

Sidang desertasi ini dihadiri Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Lestari Moerdijat,  Zulkifli Hasan, Fadel Muhammad, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Jaja Ahmad Gayus dan anggota MPR/DPR RI.(*)

- Advertisement -
loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here