BERBAGI

Laporan : Nara J Afkar
MESUJI – Jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Mesuji berhasil meringkus seorang pria yang di duga kurir Shabu dan kedapatan menyimpan narkotika golongan satu jenis Shabu.

Pelaku berinisial MD (33) warga Desa Gedung Boga Rt.002/Rw.002 Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji, diduga akan melakukan transaksi jual beli barang haram tersebut.

Kapolres Mesuji AKBP Eddie Purnomo, S.H., SI.K, MM melalui Kasat Narkoba Polres Mesuji AKP. Gigih Andri Putranto, SH, SI.K mengungkapkan, kronologis penangkapan tersangka kurir shabu ini  bermula dari adanya laporan dari masyarakat yang mengatakan tersangka dicurigai membawa narkoba jenis Shabu.

Lanjutnya, mendapat laporan dari masyarakat, anggota kami (Satnarkoba) langsung bergerak cepat, dan tersangka berhasil kita amankan, Rabu (31/10). Penangkapan itu terkait jaringan perdagangan gelap narkotika yang selama ini menimbulkan keresahan masyarakat di wilayah Hukum Polres Mesuji.

BACA JUGA  HUT Bhayangkara, Polisi-TNI Gelar Baksos

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti (BB) Shabu seberat 0,8 gram, yang sudah dikemas dalam wadah plastik,” ujarnya, Kamis (1/11).

Masih dikatakan Gigih, saat ini Satnarkoba polres Mesuji sedang gencar memberantas­ peredaran Narkotika dengan menangkap para pengedar dan pemakai narkoba di bumi ragab begawe caram (mesuji).

“Karena dampak negatif yang ditimbulkan dengan maraknya peredaran Narkotika di kabupaten mesuji, sangat berbahaya serta dapat merusak generasi penerus bangsa,” terangnya.

Gigih menjelaskan, komitmen Sat Resnarkoba akan terus memberantas dan mengungkap kasus Narkotika di wilayah hukum polres mesuji, sehingga masyarakat dapat hidup tenang dan terbebas dari bahaya narkoba.

BACA JUGA  Sungai Cambai Laksanakan PKTD DD 2021

“Untuk itu, perlu adanya dukungan dan peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba karena hal tersebut juga sudah di atur dalam uu no 35 tahun 2009,” paparnya.

Kasat Narkoba menambahkan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara, dan maksimal 12 tahun penjara.

“Untuk saat ini kita masih melakukan penyelidikan, apakah ada jaringan lain yang menjual atau memasok shabu kepada tersangka,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here