BERBAGI

 

Laporan: Heri.S/Nizar
DEWAN Pers meluruskan soal adanya pemberitaan di salah satu media online yang memberitakan ‘Dewan Pers Memandang ILC Bukan Produk Jurnalistik’ pada Sabtu [1/9]. Menurut Ketua Dewan pers Yosef Adi Prasetyo, berita tersebut bisa menyesatkan publik.

Munculnya persoalan tersebut saat Yosef menjelaskan sebuah pertanyaan apakah semua talkshow itu produk jurnalisme. Menjawab hal tersebut, dikatakan Yosef, ada yang iya, ada yang tidak. Dicontohkan, ada talkshow bertemakan seks yang pembawa acara dan narasumbernya maupun midel acaranya sama sekali tak terkait dengan jurnalisme.

BACA JUGA  JMSI Daftar jadi Konstituen Dewan Pers

Dalam jurnalisme berlaku standar dan norma, termasuk Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi alat penilaian utama ada tidaknya pelanggaran.

Talkshow bisa saja menjadi bagian dari jurnalisme kalau memang menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme. Namun talkshow di TV juga tak bisa dilepaskan sebagai sebuah ‘show’ agar ditonton orang. Karena itulah kadang di undang orang yang memang berpandangan kontroversial.

Bahwa, secara pribadi menurut Yosef, dirinya mempunyai beberapa kritik terhadap acara Indonesia Lawyer Club. Hal ini, pernah disampaikan ketika dirinya diminta bicara dalam pelatihan internal TV One. Namun, pada dasarnya, kritik yang disampaikan lebih merupakan sebuah masukan untuk memperbaiki siaran ILC.

BACA JUGA  Sumbar dan Jatim Lulus Verfak DP

“Saya menilai, ILC selama ini masih menjalankan fungsi jurnalistik sebagai diamanatkan dalam UU 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu menjalankan fungsi pendidikan kepada publik, menyampaikan hal-hal faktual yang perlu diketahui publik, memberikan hiburan dan menyampaikan kritik sosial.”

Melalui upaya pelurusan berita ini, Yosef secara tegas meminta kepada semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, yang tidak puas dengan acara ILC untuk tetap menyampaikannya ke Dewan Pers.[*]

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here