ilustrasi

Laporan : Rudi Alfian/Net

KALIMANTAN SELATAN – Bencana banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu menimbulkan dampak kerugian sangat besar termasuk sektor perkebunan dan peternakan. Tercatat sedikitnya ada 2.274 hektar kebun karet rakyat rusak akibat banjir.

“Kita terus mendata kerugian yang timbul pada sektor perkebunan dan peternakan akibat bencana banjir di 11 kabupaten/kota di awal tahun ini. Data ini nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk pemulihan pasca bencana termasuk bantuan bagi petani dan peternak,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi, Selasa (16/2).

BACA JUGA  Jokowi Jangan Bebani Rakyat Lagi

Untuk sektor perkebunan tercatat 2.274 hektar kebun karet rusak, kerusakan lahan terbanyak ada di Kabupaten Banjar dengan luasan 1.000 hektar dan di Balangan 799 hektar. Kemudian di Kelapa Dalam total kerusakan 588 hektar. Sedangkan lahan kelapa sawit 99 hektar dan kopi 252 hektar. Nilai kerugian dari kerusakan sektor perkebunan ditaksir mencapai Rp35,8 miliar.

Selain itu pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga akan melakukan percepatan rekonstruksi pasca bencana dengan melibatkan masyarakat lewat proyek padat karya. Kebijakan pembangunan infrastruktur pertanian dengan sistem padat karya ini juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir.

BACA JUGA  China Faham, Indonesia tak Sungguh-sungguh Pilih Jalan Kedaulatan

Sementara untuk sektor peternakan tercatat ada 173 ribu ekor ternak besar dan unggas mati akibat banjir. Ada ratusan sarana peternakan alat produksi, kandang dan pakan. Nilai kerugian sektor peternakan ini mencapai Rp12,2 miliar. Kondisi ini juga memicu melonjaknya harga sapi dan unggas di pasaran.

Lebih jauh, Suparmi mengatakan data kerugian akibat bencana ini masih dapat berubah menyusul bencana banjir masih terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. ##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here