BERBAGI

POLISIĀ  BURU PENYEBAR HOAKS PALU

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Pasca bencana gempabumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/09) telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting.

“Hasilnya ditemukenali konten yang berisi informasi hoaks yang beredar,” Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu dalam siaran pers Kominfo di Jakarta , Selasa (2/10).

Menurut Ferdinandus berikut fakta sesungguhnya dari informasi yang telah beredar tersebut:

1. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak

Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.

2. Hoaks Korban Musibah

Faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

3. Hoaks Walikota Palu Meninggal

Faktanya Walikota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap daruraty gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.

4. Hoaks Gempabumi Susulan

Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

5. Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7

Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.

6. Hoaks Mayat yang minta gempa [gambar hoaks] Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau

7. Hoaks 2 Oktober Terjadi Gempabumi Lagi. Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

8. Hoaks penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.

Untuk itu Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu menghimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

Diburu Polri

Tim Bareskrim Polri sedang memburu pihak-pihak yang menyebarkan hoaks terkait bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Masyarakat diingatkan tidak menyebarkan informasi bohong soal gempa yang menimbulkan kepanikan.

“Direktorat Siber akan melakukan investigasi untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelakunya. Dalam situasi seperti ini diminta agar kita semua menggunakan akal sehat untuk tidak membuat isu yang menimbulkan kepanikan masyarakat,” tegas Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto , Selasa (2/10).[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here