BERBAGI

LOMBOK – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memaparkan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi dalam rangkan membangun peradaban guna mewujudkan keadilan sosial.

Hal ini dtegaskan Moeldoko dihadapan kurang lebih tujuh ribu jemaah Nahdlatul Wathan, Anjani, Lombok Timur NTB (24/6).

“Dalam 3,5 tahun pemerintahan Jokowi telah membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Moeldoko.

Oleh karenanya Moeldoko meyayangkan jika sebahagian pihak menilai pemerintah hanya membangun fisik belaka. “Saya tegaskan, pembangunan infrastruktur adalah membangun sebuah konektivitas,” tandasnya.

Di dalamnya, bukan hanya pembangunan fisik dan ekonomi, tapi juga pembangunan budaya dan sosial.

“Misalnya, pembangunan kereta LRT dan MRT. Jika sudah beroperasi nanti, akan tumbuh budaya antre. Dampak pembangunan infrastruktur juga menciptakan keadilan sosial. Semisal harga BBM di perbatasan. Daerah terpencil seperti di Papua sudah sama dengan di Jawa. Ini akan menimbulkan rasa nasionalisme, cinta tanah air. Dari Jawa Sentris menuju Indonesia Sentris,” ungkapnya.

BACA JUGA  Jokowi: Ngapain BUMN Ngurus Catering Sama Cuci Baju

Ditambahkan, memasuki Revolusi Industri 4.0, di mana kemajuan teknologi informasi akan dominan dan memunculkan perubahan cepat, pemerintah memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, pemerintah juga telah membuat peta jalan menyambut kemunculan revolusi baru berbasis teknologi digital ini.

Sehubungan dengan pembangunn sumber daya manusia Indonesia, mantan Panglima TNI 2013-2015 tersebut sangat yakin madrasah dan pondok pesantren dapat menjadi tempat terbaik dalam membangun karakter bangsa. Hal ini didasarkan pada pengalaman Moeldoko kecil yang tumbuh dan didik oleh seorang kiai di sebuah surau di Kediri, Jawa Timur.

BACA JUGA  Kemarau Tiba, Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Dampak Kekeringan

“Mungkin banyak yang tidak percaya, Moeldoko kecil hidup di surau atau langgar. Sampai dengan saat ini, saya meyakini bahwa madrasah, pondok pesantren tempat paling baik mendidik karakter bangsa. Pembangunan karakter suatu bangsa, harus dimulai dengan pendidikan yang disiplin. Itu ada di madrasah dan pesantren,” kata mantan Wakil Gubernur Lemhanas tersebut.[*/ksp/lintas]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here