Laporan:Vona/Cj

BANDARLAMPUNG– Dihentikannya pembangunan Itera Astronomical Observatorium (IAO) di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman era Gubernur Ridho Focardo oleh Gubernur Arinal Djunaidi, ini penjelasannya.

Menurut Arinal, Lampung memiliki Taman Nasional, Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi.

Taman Hutan Raya berfungsi sebagai hutan konservasi, dimana Hutan konservasi setingkat dengan Taman nasional yang berfungsi untuk menyiapkan fungsi ekologi, menyiapkan resapan air, dan menyiapkan kepentingan yang berkaitan dengan flora dan fauna.

BACA JUGA  Arinal Tinjau Kawasan Yang Direncanakan Akan Dibangun Geothermal

“Taman Nasional itu wewenangnya Kementerian Kehutanan, Taman Hutan Raya itu wewenangnya Gubernur, Hutan lindung itu Bupati, dan Hutan Produksi itu Kementerian. Tapi sekarang hutan lindung wewenangnya diberikan kepada Provinsi dengan catatan jangan sampai rusak. Tentunya saat ini menjadi hak Pemerintah Provinsi, jadi ketika fungsinya berubah maka harus seijin Menteri dan tidak melanggar UUD,” jelas Gubernur Arinal.

BACA JUGA  Lampung Siap Ikuti Hifzhil Quran di Saudi

Menurut Gubernur, yang boleh dibangun infrastruktur berkaitan dengan riset, dan fungsi flora fauna. Dan teropong bintang tidak ada hubungannya dengan fungsi hutan dan flora fauna.

“Kita bisa bangun tanpa harus merusak fungsi hutan,” jelasnya seusai mengikuti paripurna DPRD Jumat kemarin.(*)

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here