LAMPUNG UTARA – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kabupaten Lampung Utara berlangsung khidmat melalui gelaran PMII Bersholawat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Daarul Khoir, Sabtu 25 April 2026 malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Membumikan Shalawat, Merawat Jagad, Membangun Peradaban” ini menjadi puncak rangkaian peringatan harlah, sekaligus ruang spiritual dan kebersamaan bagi kader PMII, santri, serta masyarakat luas.
Sejak sore hari, ribuan jamaah mulai memadati lokasi acara. Panitia memperkirakan sedikitnya seribu peserta hadir, terdiri dari kader PMII se-Lampung, keluarga besar Nahdlatul Ulama, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan masukan, selama ditujukan untuk kebaikan bersama.
“Silakan kritik, selama kritik itu untuk membangun Kabupaten Lampung Utara menjadi lebih baik,” ujar Hamartoni.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendorong perubahan dan pembangunan daerah. Ia menilai keberadaan organisasi seperti PMII tidak hanya berperan dalam penguatan intelektual, tetapi juga menjadi mitra kritis pemerintah.
Hamartoni juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa adalah kekuatan moral dan intelektual. Jika energi ini diarahkan dengan baik, maka pembangunan daerah akan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Mabinda PKC PMII Lampung Pajrun Najah, Sekretaris PC NU Lampung Mujiono, Ketua PKC PMII Lampung Muhammad Yusuf Kurniawan, Ketua PC PMII Lampung Utara Fenny Sri Ayu, serta Ketua Alumni PMII Lampung Utara Herman Ali, bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.
Ketua PC PMII Lampung Utara, Fenny Sri Ayu mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang telah memasuki usia ke-66 tahun. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kaderisasi di tengah dinamika zaman.
“Sholawat ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan spiritualitas kader serta masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan sholawat akbar, rangkaian harlah juga diisi dengan agenda konsolidasi organisasi seperti rapat koordinasi daerah (rakorda) yang bertujuan memperkuat peran strategis PMII dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan ke depan.
Lantunan sholawat yang menggema di lingkungan pesantren menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak larut dalam doa dan munajat bersama, memohon keberkahan bagi daerah dan bangsa.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PMII untuk terus hadir sebagai organisasi kader yang tidak hanya bergerak di ranah intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















