BERBAGI

Laporan : Nara Naufalrafif
MESUJI – Akibat tingginya curah hujan belakangan ini, sejumlah petani atau pemilik kebun karet di wilayah Kabupaten Mesuji terpaksa menghentikan aktifitas menyadap karetnya.

“Kalau tiap hari hujan kami tidak bisa menyadap karet, sebab kalau dipaksakan getah karet yang kita sadap akan banyak hilang karena terkena air hujan,” tutur sarto salah seorang pemilik kebun karet di Desa Brasan Makmur pada wartawan, selasa petang di rumahnya (15/1).

Padahal, menurutnya harga karet sejak sebulan terakhir ini mulai membaik yaitu berkisar Rp.7.500., perkilogramnya. Sebelumnya, harga karet di desanya hanya dihargai Rp.6.500., perkilo oleh para pengepul.

BACA JUGA  Sindikat Pencuri HP Lintas Provinsi Diringkus

Namun seiring mulai membaiknya harga karet ini, ternyata tidak membuat petani atau pemilik kebun karet bisa setiap hari menyadap batang karetnya masing-masing lantaran hujan hampir setiap hari mengguyur di wilayah kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang tersebut.

Dia mengaku, saat ini ia dan petani karet di desanya rata-rata dalam seminggu hanya bisa menyadap tidak lebih tiga kali. Bahkan pernah dalam seminggu bapak empat anak ini mengaku hanya bisa sekali saja menyadap karet itu.

BACA JUGA  Saply Tinjau Pembuatan Jalan Menuju RSUD RBC

“Karena waktu itu setiap hari hujan, terutama pagi hari, padahal kami sudah siap-siap pergi ke kebun, akhirnya tidak jadi menyadap,”ucapnya.

Dia mengaku tanaman pohon karet itu bisa mengeluarkan getah karet yang banyak jika dideres pada pagi hari. “Makanya kalau sejak pagi hari sudah turun hujan kami sedih, sebab kami tidak bisa bekerja,” imbuhnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here