BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengapresiasi Kajati Jabar, Asep N Mulyana, yang memberikan tuntutan maksimal berupa hukuman mati atau hukuman tambahan seperti kebiri kimia dan denda, terhadap terdakwa pemerkosa 12 santriwati, Herry Wirawan. Tuntutan terberat, harus disampaikan sebagai upaya memberikan ketegasan hukum berkeadilan. Sekaligus membuat efek jera kepada pelaku dan pihak-pihak lain agar tidak melakukan perbuatan serupa.

BACA JUGA  Bamsoet Berharap Aturan PSBB Ditegakkan

Tuntutan hukuman terberat menurut Hidayat juga merupakan aspirasi masyarakat luas, sebagai bentuk pemberlakuan hukum yang tegas dan adil. Terlebih karena kebiadaban yang dilakukan terdakwa, dalam waktu yang lama dan berulang, melakukan pelanggaran hukum Negara dan hukum Agama terhadap 12 santriwati yang masih di bawah umur. Padahal semestinya ke 12 santriwati, itu dilindungi dan diberikan pendidikan bagi masa depan kehidupannya.

BACA JUGA  Untuk Kebaikan Semuanya, HNW Dukung Legislative Review Menyeluruh terhadap UU Cipta Kerja

“Hormat kepada Jaksa penuntut umum yang berani menuntut dengan tuntutan terberat. Selanjutnya, penting bagi majelis Hakim untuk dapat menimbang secara jernih, menghadirkan kewibawaan dan keadilan hukum, dengan mengabulkan tuntutan terberat itu,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (11/1).##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here