BERBAGI

Laporan: Makmur

BANDARLAMPUNG-Forum Panca Mandala Sangbumi Ruwajurai, Provinsi Lampung, mendesak Presiden segera mencabut atau setidaknya meralat PP Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP SNP) yang menghilangkan mata pelajaran Pancasila dari sistim pendidikan nasional. Karena pendidikan, baik pada tingkat dasar dan menengah maupun tinggi, berkepentingan dengan pengembangan karakter, etika dan integritas pada anak didik.

“Pancasila menempati posisi penting, mengandung konten yang kaya dan secara historis bermakna dalam memberi sumbangan pembentukan imaginasi negara bangsa modern karena Pancasila adalah nilai moral dan basis  pendidikan kewarnegaraan. Nilai moral mengungkapkan atau mengekspresikan  apa yang dianggap penting oleh warga negara dalam hidup mereka dan dalam kehidupan bersama orang-orang yang berbeda,” kata kata Ketua Forum Panca Mandala Lampung Prof Sunarto, kemarin

BACA JUGA  Prof. Sunaro: Pansel Sekda Sesuai Aturan

Menurut Prof Sunaryo, menghapus pendidikan Pancasila dalam standard kurikulum sebagai pelajaran dan mata kuliah wajib menimbulkan banyak pertanyaan mengenai penyebabnya. Tetapi dengan tidak disebutkannya Pancasila sebagai pelajaran atau mata kuliah wajib pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan tinggi dalam standard kurikulum pendidikan di PP No. 57/2021 memberikan petunjuk tentang tiadanya penghargaan atas pengertian penting sejarah Pancasila bagi pembentukan identitas, dan cara hidup bersama yang terbaik sebagai warga negara.

“Kebijakan dalam PP 57/2021 terkait Pancasila karena itu merefleksikan pengambilan keputusan tanpa informasi lengkap dan  tanpa pertimbangan yang mendalam (neither well-informed nor thoughtful) dan mencerminkan sikap yang tidak bertanggungjawab terhadap Pancasila,” tegas Prof Sunarto didampingi pengurus kordinator Dr Yusdianso, Dr Abdul Syukur, M Ihsan dan Juniardi.

BACA JUGA  Prof. Sunaro: Pansel Sekda Sesuai Aturan

“Menghapus pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib, apalagi hanya Pancasila saja yang dihapus merupakan tindakan yang berbahaya karena potensial mengubur Pancasila. Secara politik, jika agama dan kewarganegaraan adalah penting dan diwajibkan, maka penghapusan Pancasila adalah menghapus landasan sebagai nilai moral. Maka hal ini akan membayakan bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Prof Sunarto.##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here