Hetifah: Prestasi Timnas, Naturalisasi Strategi Penting

Rabu, 12 Juni 2024 | 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dari pertandingan semalam tentu kita patut berbangga. Permainan ciamik enak ditonton yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karo tersebut berjalan berat sebelah. Timnas bermain dominan, dua gol kemenangan dicetak oleh Thom Haye (32′) dan Rizky Ridho (56′).

Indonesia meraih 10 poin dari enam laga yang dimainkan. Raihan itu cukup mengantar Marselino Ferdinan dkk. ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia,”kata Hetifah Sjaifudian di Jakarta Rabu (12/6/2024).

Menurutnya perjalanan masih panjang, tapi Timnas sudah selangkah lebih dekat ke Piala Dunia. Namun tidak harus euphoria berlebihan. Selain lolos ke putaran ketiga, Indonesia juga lolos babak kualifikasi dari Kejuaraan Asia yang akan dilaksanakan di Arab Saudi 2027.

Baca Juga:  Menko AHY: Indonesia Harus Jadi kekuatan Berpengaruh

“Pada Putaran ketiga nanti kita akan masuk fase grup lagi, yang semua tim yang menghuni merupakan raksasa sepakbola Asia. Sudah 16 tim yang dinyatakan lolos calon seteru kita di fase grup putaran ketiga diantaranya : Qatar, Jepang, KoreaSelatan, China, Oman, Kyrgyzstan, Iran, Uzbekistan, Irak, Indonesia, Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Australia, Palestina, Kuwait, dan Korea Utara,” ujar Hetifah.

Baca Juga:  UU SDI Harus Hentikan Tumpang Tindih Data

Ia menjelaskan diantara peserta yang lolos berdasarkan rangking FIFA, Timnas Indonesia berperingkat paling bawah. Ini menjadi penanda kita harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Semoga konsistensi prestasi Timnas Kita terus terjaga dan Pride Merah Putih tidak akan luntur mengulangi penampilan pada Piala Dunia 1938, walaupun saat itu kita masih disebut Hindia Belanda.


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB