Laporan : Makmur PJ
BANDARLAMPUNG – Menyandang predikat Adipura sebagai lambang kebersihan kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung di bawah kendali Wali Kota Herman HN terus berupaya menjadikan Kota Tapis Berseri menjadi kota terbersih dan menjaga kelestarian lingkungan.

Herman HN mengaku sudah sekuat tenaga mengatasi masalah sampah dari dahulu sejak periode pertama ia menjabat wali kota.

“Menjadi kota bersih, mana ada wali kota dulu, enggak seperti Herman HN,” kata Herman HN usai Rapat Paripurna DPRD agenda pengambilan sumpah/janji anggota dewan periode 2019-2024, di ruang sidang Paripurna DPRD Bandar Lampung, Senin (19/8).

BACA JUGA  Malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah, Herman HN Keliling Masjid

Mantan Kadispenda Lampung ini mengungkapkan, terkait sampah yang berada di pesisir pantai Sukaraja bukanlah sampah yang berasal dari Bandar Lampung. Menurutnya sampah itu berasal dari daerah lain yang mengalir dan berhenti di pesisir pantai Bandar Lampung

“Dari (Kabupaten) Pesawaran, Kotaagung (Kabupaten Tanggamus), Kalianda (Lampung Selatan), Banten dan lainnya. Karena kita Teluk jadi masuk ke sini,” ungkap Herman HN.

BACA JUGA  Ini 14 Nama Calon KPU

Bandar Lampung, kata dia, sudah memiliki peraturan daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah. Namun dirinya mengaku selama ini tidak diterapkan karena ia mencintai masyarakat dengan tidak mempidanakan atau memberikan denda para pembuang sampah sembarangan.

“Janganlah. Kesadaran rakyat aja,” kata dia.

Menurut Herman, permasalahan sampah terus-menerus menjadi perbincangan masyarakat, tidak jarang pulang menjadi keluhan. Terlebih menjadi bahan untuk menjatuhkan Herman dalam berpolitik.

“Mau dipolitikin silahkan sajalah rakyat yang merasakan rakyat sudah enak nyaman aman,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here