BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Seluruh elemen bangsa untuk menghentikan berbagai keributan di negeri ini karena tidak ada gunanya dan hanya memecah rasa persatuan.

“Hentikan keributan di negeri ini! Tidak ada gunanya, tidak bermanfaat dan itu merongrong kedaulatan sebuah negara, sebagai bangsa dan negara, mari kita hentikan,” pinta Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang akrab dipanggil Zulhas kepada wartawan saat menghadiri Kemah Kebangsaan Menwa, di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Jumat (26/10).

Zulhas mengajak semua anak bangsa untuk menjaga persatuan dan memperkuat persatuan dalam tahun politik ini.

“Pilpres, dan Pileg itu biasa, demokrasi itu biasa, hentikan saling menghujat, hentikan saling menista. Mari kita bersatu,” tegasnya.

BACA JUGA  FPI Tempuh Jalur Hukum, HNW: Pemerintah Harus Taat Konstitusi

Termasuk yang masalah kejadian atau kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi di Garut, Jawa Barat, Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN itu meminta untuk dihentikan dan diserahkan proses hukumnya kepada aparat kepolisian.

“Mari kita hentikan, saling minta maaf dan saling memaafkan. Hentikan keributan di negeri ini. Tidak tak ada gunanya, tidak bermanfaat dan itu merongrong kedaulatan sebuah negara, sebagai bangsa dan negara. Mari kita memasuki tahun politik ini dengan berangkulan seperti Teletubbies. Mari adu konsep dan adu gagasan,” ujar Zulhas.

Sementara kegiatan Kemah Kebangsaan yang diikuti Resimen Mahasiswa Jayakarta dari berbagai kampus di Jakarta, Ketua Umum DPN IARMI Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk melatih kaum muda dalam wawasan kebangsaan.

BACA JUGA  Jazilul Raih Gelar Doktor dari UNJ

“Di tahun politik ini penting sekali untuk dididik dan dilatih anak-anak muda ini, karena mereka yang akan meneruskan dan memimpin negeri ini. Dilatih wawasan kebangsaan, agar negeri kita, tanah air kita, menjaga persaudaraan kebangsaan, menjaga persatuan dan memperkuat persatuan,” kata Zulkifli Hasan.

Dikatakan Zulkifli Hasan, peran mereka (Menwa) luar biasa, mereka berada dimana-mana, di seluruh Indonesia. “Menwa di kampus-kampus semua ada, anak muda semua saya lihat,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here