BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) melaporkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ke Bawaslu atas dugaan menghina dan memfitnah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Laporan dilakukan pada Rabu (26/12). Menanggapi pelaporan itu Hasto menegaskan siap mengikuti proses jika dipanggil oleh Bawaslu.

“Saya siap memenuhi undangan Bawaslu,” ucap Hasto kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (27/12).

Ia menegaskan, apa yang disampaikannya adalah hal yang sesuai fakta. Di mana sejak 2014, Jokowi selalu difitnah.

“Saya sampaikan berdasarkan hal-hal yang faktual, bahwa sejak tahun 2014, dari berbagai pengakuan pihak terpercaya, Obor Rakyat yang penuh fitnah kepada Pak Jokowi dilakukan oleh Timses Pak Prabowo. Demikian halnya pada Pilpres 2019, dengan apa yang terjadi kasus Ratna Sarumpaet yang mencoreng keadaban politik kita, juga terkait serangan masif berisi fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Pak Jokowi-KH Maruf Amin,” kata Hasto.

BACA JUGA  Menunggu Keberanian Bawaslu Diskualifikasi Paslon

“Publik juga mencatat terkait penggunaan isu-isu yang sensitif sepertinya kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin itu tidak Islami, semua mengarah pada dikotomi memfitnah dan difitnah,” tambahnya.

Hasto menjelaskan, akan membuktikan segala ucapannya. Demi terciptanya politik yang baik.

“Saya siap buktikan, dan gugatan yang dilakukan tersebut justru menjadi momentum untuk mengedepankan politik yang membangun peradaban,” tegas Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, juga menuturkan, dari kajian organisasi independen, kelompok pro demokrasi, dan kelompok anti hoaks, semua berkesimpulan Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi sasaran hoax terbesar dibandingkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

BACA JUGA  Rahmad: Soal Eva, Bawaslu gak Netral

“Jadi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran dalam politik yang bisa dibuktikan secara faktual, maupun bukti material yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Apa yang saya sampaikan adalah dambaan suara demokrasi Indonesia yang seharusnya penuh dengan hikmat kebijaksanaan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya gugatan itu, maka pernyataannya tepat sasaran, menyentuh nurani, serta nantinya proses di Bawaslu, akan terjawab bagaimana membangun politik Indonesia yang santun.

“Gugatan Timses Prabowo tersebut akan saya jawab dengan baik melalui alam pikir yang jernih, karena momentumnya telah tiba, bahwa suara diam masyarakat Indonesia yang mencintai kebenaran dan budi pekerti dalam politik adalah suara terbesar rakyat,” pungkas Hasto.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here