Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kotabumi, Lampung Utara, tidak hanya menyasar perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun swasta dalam mensosialisasikan program unggulannya dengan harapan seluruh pekerja penerima upah yang ada di Kabupaten Lampung Utara dapat terjamin keselamatan kerjanya.

Kepala Cabang BPJS-Ketenagakerjaan Kotabumi, Zainal Abidin, mengatakan bahwa sejak tahun 2018, di masa kepemimpinan mantan Bupati Kabupaten Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara, Pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah berkomitmen bersama Pemerintah Daerah untuk mengakomodir dan mendaftarkan seluruh pekerja honor daerah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, namun hingga penghujung tahun 2020 ini, baru 3 (tiga) Dinas yang mendaftarkan pekerja honorernya, ketiga Dinas tersebut yaitu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum & KP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dulu pas masih Pak Agung menjabat, pihak BPJS-Ketenagakerjaan sudah pernah bertemu, dan sudah ada kesepakatan untuk mendaftarkan pegawai honor di setiap dinas-dinas yang ada,” kata Zainal, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu, (25/11).

Ia melanjutkan, pihaknya sudah mendatangi seluruh kedinasan, melakukan himbauan, sosialisasi, menjelaskan kepada mereka asas manfaat yang akan diterima, bahkan ada beberapa dinas yang didatangi lebih dari satu kali, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.

BACA JUGA  Tari Tibak Wakili Lampung di PKN 2020

“Kita sudah datang, lakukan sosialisasi kepada mereka, apa saja manfaat dari program BPJS-Ketenagakerjaan, bahkan dinas perhubungan dan Pol-PP sudah kita datangi dua kali, perwakilan mereka datang kesini,namun kita tunggu sampai sekarang belum ada kabar, dari seluruh dinas, baru 3 dinas yang mendaftar, Dinas Kebersihan (DLH), permukiman, dan BPBD,” jelasnya.

Dari ketiga dinas yang sudah mendaftar tersebut, salah satu pegawai honorer dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah pernah merasakan manfaatnya. Saat sedang dalam menjalankan pekerjaannya, pegawai honor tersebut jatuh dari mobil sampah, dan dirawat di RSUD Ryacudu dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pihak BPJS-Ketenagakerjaan.

“Itu pernah tuh, pegawai honorer di dinas kebersihan (DLH) pernah jatuh dari mobil sampah, dibawa kerumah sakit Ryacudu, orang kantornya hubungi saya, saya suruh rawat inap saja di RSUD Ryacudu, untuk biaya perobatan semua ditanggung oleh BPJS-Ketenagakerjaan. Artinya jaminan keselamatan kerja itu penting,” ujarnya

Selain Kedinasan, Pihaknya juga sudah berupaya mengajak pemerintah desa untuk mendaftarkan aparatur desanya. Sudah ada beberapa desa yang mendaftarkan aparatur desanya menjadi peserta BPJS-Ketenagakerjaan. Belum lama ini pihak BPJS-Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada ahli waris di salah satu desa yang ada di Kecamatan Abung Selatan.

BACA JUGA  Budi Utomo Segera Defenitif

“Desa juga sudah kita akomodir, sudah kita sosialisasikan, Alhamdulillah sudah ada beberapa desa yang ikut mendaftarkan aparaturnya jadi peserta, belum lama ini kita ke desa Trimodadi, menyerahkan uang santunan kematian senilai Rp. 42 juta yang disaksikan langsung oleh Kepala Desanya,” terangnya.

Kepala Cabang BPJS-Ketenagakerjaan Kotabumi, Zainal Abidin, menegaskan pihaknya sudah memberikan himbauan, bahkan sampai turun kebawah memberikan sosialisasi, Ia juga mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengupayakan untuk bertemu dengan Sekretaris Daerah dan Bupati Lampura untuk membahas kembali program yang dulu sempat tertunda.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini, saya akan upayakan untuk bertemu dengan pak Sekda, dan pak Bupati, apalagi pak Bupati kan baru defenitif, akan saya bahas kembali program sebelumnya yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Lekok, saat dimintai keterangan terkait hal ini melalui pesan WhatsApp, belum memberikan jawaban.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here