BERBAGI

MAGELANG – Seiring berjalanya program TMMD reguler 102 Kodim 0705/magelang yang sudah berjalan memasuki paruh kedua,  seakan kian nampak semakin akarabnya antara satgas dengan masyarakat setempat.

Keakraban tercipta bukan hanya sekedar berada dilokasi bekerja saja, namun disela-sela waktu luang setelah melaksanakan bekerja seharian ia gunakan untuk anjangsana.

Para satgas sengaja menggunakan waktu luang tersebut untuk saling mengenal lebih dekat tentang kehidupan para  warga setempat dengan harapan, sebagai aparat teritori mampu mengambil kesimpulan tentang potensi dan sumberdaya wilayah  warga Dusun Mirimunggul, Gandusari.

Sebagai aparat kewilayahan tentunya harus faham betul potensi serta  karakter wilayahnya sebagai basis pertahanan terhadap suatu  ancaman yang akan mengganggu kedaulatan NKRI.

Untuk  mengetahui semuanya itu, tentunya dengan cara pendekatan kepada warga sekitar, meskipun  sedang dalam situasi TMMD.Pendekatan secara emosional terhadap masyarakat di suatu wilayah  dipandang sangat efektif untuk membuat suatu peta wilayah pertahanan,  sebagai sebuah  sistem pertahanan semesta. Sebab, bagaimanapun unsur kekuatan rakyat merupakan kekuatan utama disaat negara menghadapi ancaman, baik yang datangnya dari luar maupun dari dalam negri sendiri.

BACA JUGA  Ini Lokasi TMMD Yang Paling Ekstrim

Oleh sebab itu, program TMMD reguler 102 kali ini, merupakan salah satu program yang sangat banyak manfaatnya, disamping membantu membangun infrastuktur (fisik), pembangunan non fisik dengan cara pendekatan disegala bidang baik berupa penyuluhan, bimbingan,  anjangsana dan lainya yang bersifat kemasyarakat selalu kerjakan dengan sebaik-baiknya, dengan harapan pemberdayaan potensi wilayah dapat digunakan dengan tepat sasaran, sehingga managemen teritorial sudah kita dapatkan.

BACA JUGA  Kades Cilibang Terharu, Dapat Program TMMD 106 Kodim Cilacap

Para satgas TMMD reguler 102 kali ini bukan hanya melakukan pendekatan terhadap orang tua saja, namun para satgas melakukan hal ini dengan segala usia, tidak pernah membedakan diantara mereka, sebab semua adalah warga negara yang wajib dirangkul bersama-sama.

Serda Sri Wahyono salah satu satgas yang sering melaksanakan anjangsana  kerumah warga menjadi pertanda bahwa keberadaan TNI ditengah masyarakat dapat diterima dengan baik.

Ngadiran (51) warga Kreyo mengaku sering kedatangan anggota satgas dirumahnya. Bapak 2 cucu ini mengaku senang apabila bapak TNI bermain dirumahnya disaat waktu istirahat. Meskipun dirumah hanya disuguhi munum  kopi dan makanan ringan seadanya, namun para satgas tetap mau  bersilaturahmi kerumah, “terang Ngadiran. [rls/magelang/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here