Laporan: Nara J Afkar

MESUJI – Terkait pemberitaan soal tersendatnya uang pengganti transport para petugas yang berjaga di Posko Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Mesuji. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menilai BPBD Mesuji terkesan lamban dan carut-marut dalam menjalankan tugasnya.

Hal itu dikemukakan oleh Parsuki dari fraksi partai Golkar yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Mesuji. Bahwa pihaknya mengaku prihatin melihat kondisi dilapangan terkait kinerja tim gugus tugas percepatan pencegahan covid-19 di mesuji.

BACA JUGA  Bupati Tutup MTQ Ke- 5 Kabupaten Pringsewu

Pasalnya, mulai dari kondisi posko yang serba minim fasilitas, serta tersendatnya pembayaran uang pengganti transport para petugas yang berjaga di posko membuat pihaknya akan segera berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD agar memanggil tim gugus tugas guna menanyakan sejauh mana kinerja tim tersebut.

“Kami (Badan anggaran DPRD Mesuji.Red) akan berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD, supaya secepatnya memanggil tim gugus tugas Covid-19 (Bupati-red), untuk menanyakan kinerja tim tersebut. Hal itu mengingat anggaran untuk penanganan dan pencegahan covid 19 menurut kami sudah lebih dari cukup. Namun faktanya di bawah masih banyak kendala dan juga laporan dari masyarakat yang kurang mengenakkan, kita juga harus tau progres dan realisasi serta penanganannya seperti apa?”tegas Parsuki.

BACA JUGA  Misdi Jadi Ketua Mappilu Mesuji

Sementara itu, terkait rencana pemanggilan Gugus Tugas oleh DPRD, Ketua Gugus Tugas Saply, hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentarnya. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here