BERBAGI

Laporan: Vona/CJ
GUBENUR Sumatera Selatan dan Wakil gubernur menegaskan akan mundur dari jabatannya jika tidak berhasil menyelesaikan persoalan warganya.

Selain itu, pasangan yang diusung PDI-P ini juga akan meninggalkan kegaiatan-kegiatan ‘internasional’. Mereka lebih memilih bagaimana mensejahterakan rakyat Sumatera Selatan.

Pernyataan ini muncul setelah, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mencatat ada sebanyak 72 desa di Sumsel belum mendapatkan pasokan aliran listrik. “Masih ada 72 desa di Sumsel ini yang belum mendapatkan aliran listrik,”ujar Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati Retnaningsih di sela Kilas Balik Provinsi Sumsel Tahun 2018, kemarin (28/12).

BACA JUGA  Polisi Amankan Pelaku Begal

Dikatakan, yang menjadi latar belakang belum dialirkan listrik di 72 desa tersebut disebabkan karena kondisi letak geografis yang tidak memungkinan untuk mendapatkan pasokan listrik.

“Jadi, meski kita surplus listrik, masih ada kendala-kendala yang dihadapi untuk pasokan listrik sendiri di Sumsel,”bebernya.

BACA JUGA  Made Bagiase: Apa Dasarnya Arinal Arogan?

Terpisah, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan persoalan-persoalan yang belum dituntaskan di Sumsel, bertahap akan diselesaikan. “Kita selesaikan satu-persatu. Seperti kita ketahui 70 persen APBD di Sumsel akan diprioritaskan untuk dialokasikan ke daerah-daerah pinggiran tentunya di desa-desa,” kata dia.

“Kita tinggalkan internasional-internasional, kesejahteraan dan kepentingan masyarakat Sumsel yang harus diprioritaskan,” terangnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here