BERBAGI

Laporan : Vona/CJ
LAMPUNG – Menurut Ketua Granat Bandarlampung Ginda Ansori, kasus dugaan keterlibatan oknum jaksa yang sedang ditangani Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta itu cukup mengundang tanda tanya publik.

Pertama, kasus penangkapan oknum jaksa R itu adalah hasil pengembangan dari informasi tersangka A yang ditangkap lebih awal.

Kedua, hingga hampir sepekan kasus itu bergulir Polresta belum berani memberi pernyataan tegas, apakah hasil tes urine oknum jaksa itu positif atau negatif.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Untuk itu, saya minta agar penyidik transparan dan terus menindak lanjuti perkara ini,” kata Ginda kepada harianmomentum.com, Minggu (16/12).

BACA JUGA  Polisi Ringkus Pengedar Narkoba

Ginda mengatakan sikap tertutup Polresta dalam penyelidikan kasus itu tentu merusak citra kepolisian.

“Jangan sampai citra baik yang selama ini dibangun Polresta Bandarlampung jadi rusak karena publik, melihat ada yang tidak beres dalam penanganan kasus ini,” jelasnya.

Ginda menduga, perkembangan kasus terkesan lambat karena ada upaya intervensi dari pihak lain.

“Saya yakin bahwa kepolisian adalah penegak hukum yang netral. Maka, jangan sampai ada kesan bahwa hukum itu tajam kebawah dan tumpul keatas hanya karena ada intervensi dari pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Jika penanganan hukum terhadap para penegak hukum terkesan lemah, Ginda khawatir masalah tersebut akan terus berulang. “Takutnya nanti kepolisian malah diremehkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Operasi Sikat Krakatau Amankan 17 Pelaku

Ginda menegaskan siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas. “Granat siap mengawal kasus ini,” ujarnya.

Diberitakan, oknum jaksa berinisial R yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi (kasi) di Kejari Lamtim ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung pada Jumat (7/12)

Penangkapan oknum R bermula saat petugas mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung, Kamis malam (6/12).

Setelah diinterogasi petugas, A mengaku mendapatkan narkotika tersebut dari seorang berinisial R (oknum jaksa Kejari Lamtim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here