BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Sekjen Partai Golkar Ludwiq F Pauluskita menegaskan peran saksi dalam pemilu sangat strategis untuk itu Partai Golkar akan menurunkan saksi 2 orang di setiap TPS pada Pemilu 2019.

” Jumlah TPS di Seluruh Indonesia kan 890 ribu TPS untuk itu partainya akan menerjunkan 2 saksi di setiap TPS,” tegas Sekjen Golkar Ludwiq di Gedung DPP Partai Golkar di Jakarta, Kamis (31/1).

Ia mengatakan peran saksi tidak berjalan dengan baik, maka upaya keras yg dilakukan caleg dan pilpres akan sia-sia karena mereka akan di curangi, munculnya pemilih yg liar.

BACA JUGA  Bowo Akui Diperintah Nusron Siapkan 400 Ribu Amplop

“ini menjadi penting dalam bimtek pembekalan saksi ini menggunakan train of the trainer, kita melatih para pelatih dan mereka melatih para saksi mereka paham betul dengan aplikasi yg dibangun bapilu golkar mempunyai sistem aplikasi cepat, bukan hanya memantau suara sah atau tidak sah suara tetapi juga memonitoring suara golkar dan pilpres. Sistem ini akan terbangun di semua daerah,” ujar Sekjen.

Ludwiq menjelaskan pada dasarnya kita melihat TPS, satu TPS ada pemilih 250-300 orang dan Golkar tidak membutuhkan satu saksi tapi dua saksi. Sehingga mereka bisa bergantian, aturan KPU kan hanya satu saksi. Tapi kita kasih cadangan prinsipnya ada satu orang yg standby.

BACA JUGA  Aprozi Alam Gelar Pleno AMPG

“Kita siapkan dari aspek teknis dan aspek non teknis bagaimana militansi dan semangat memenangkan pileg dan pilpres, itu yg harus kita bangun,” jelasnya.

“Ini saya yakin sudah ada di kader golkar, kalo caleg mau menyiapkan saksi gmn? ya silakan saja, tapi kita lihat ruang tps kan disitu juga ada saksi dari capres. Jadi saksi kita tanggungjawab juga kepada pilpres,” pungkas Sekjen Golkar.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here