Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid mengajak generasi muda muslim khususnya kalangan milenial dan Gen Z untuk tak anti politik dan buta politik. Tetapi kalangan milenial dan Gen Z harus ikut membangun wawasan politik yang positif dan konstruktif. Semata-mata demi masa depan mereka sendiri dan Negara Indonesia yang lebih baik.

“Indonesia adalah Negara warisan perjuangan para Ulama yang ada di partai Politik maupun Ormas-Ormas Islam bersama Bapak-Bapak Bangsa dari kalangan nasionalis kebangsaan. Sejak dari awal Republik Indonesia merupakan Negara Demokrasi. Karenanya wajar bila Generasi muda muslim baik milenial maupun gen Z memahami dan melaksanakan politik dengan baik dan benar. Sehingga bisa melanjutkan peran historis, untuk merealisasikan cita-cita Indonesia Merdeka dan cita-cita Reformasi,” disampaikan Hidayat kepada para mahasiswa STID Al-Hikmah dalam acara Seminar Politik.

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid menjelaskan, kesadaran berbangsa dan bernegara di Indonesia turut dibangkitkan oleh tokoh Umat Islam dan Organisasi mereka. Misalnya dalam Jamiatul Khair di tahun 1903 dan Sarekat Dagang Islam di tahun 1904 dan Syarikat Islam pada tahun 1911. Semuanya menegaskan pentingnya kesadaran politik untuk kemerdekaan dan kebebasan dari penjajahan Belanda baik dalam aspek politik maupun ekonomi.

Baca Juga:  Bamsoet Apresiasi Pangdam IV dan PJ Gubernur Jawa Tengah Amankan Jalannya Pemilu

“Oleh karena itu generasi muda muslim sekarang harus melanjutkan peran menyejarah tersebut. Apalagi dalam sistem hukum di Indonesia terbuk peluang bagi Partai Politik Islam bersama partai-partai Politik lainnya, memperjuangkan cita-cita mereka dalam koridor Pancasila. Karena Partai Politik sejatinya adalah sarana seperti Ormas, Yayasan, sistem Pendidikan atau TV dan Radio, yang semuanya tidak ada pada masa RasuluLlah SAW tetapi dipergunakan dan diterima umat untuk memperjuangkan kemaslahatan mereka. Maka generasi muda Muslim, di negeri demokratis seperti Indonesia, ini jangan bersikap apolitis atau termakan propaganda kaum sekuleris maupun islamophobia, karena tidak membawa maslahat bagi Umat dan Negara Indonesia,” pungkasnya.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini