BERBAGI

Laporan : HERI SUROYO/ILHAM PRAYOGI
JAKARTA – Rencana Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi titik awal pemerataan keadilan dalam dunia pendidikan.

” RUU ini, mudah-mudahan menjadi titik awal membangun pemerataan keadilan pendidikan, terutama dunia pesantren yang sejak dulu kurang mendapatkan perhatian,” kata Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Syamsurijal di Gedung DPR, Rabu (19/9).

“Sebagai partai berbasis masyarakat pesantren atau nahdliyin, bahkan rata-rata PKB ini juga lulusan pesantren, sejak awal kami mengawali dan mengawal RUU ini,” tambah Cucun.

Seperti diketahui, RUU Pesantren dan pendidikan keagamaan telah diusulkan FPKB agar masuk prolegnas sejak tahun 2013. Dengan ditetapkan menjadi RUU sebagai usul inisiatif DPR,

BACA JUGA  Gedung PT.DIPA Habis Di Makan ‘Si Jago Merah’

RUU ini mengamanatkan negara agar lebih menguatkan pendidikan pesantren, baik dari segi pendanaan, pengakuan maupun sinkronisasi kurikulum dengan lembaga pendidikan yang dikelola negara melalui kementerian agama maupun kemendikbud.

Selanjutnya PKB akan terus berjuang agar RUU ini disahkan menjadi UU.

“Memang perjuangan kita gak sampai di sini saja, kita akan tetap mendorong agar disahkan menjadi UU paling lambat masa sidang ini , setelah itu PKB juga akan ikut aktif mengawal penerapan UU ini hingga benar-benar dirasakan dampaknya oleh pesantren,” ujar Cucun

BACA JUGA  Bambang Hero: Jangan Politisasi Status Siaga Karhutla

Ia menambahkan RUU ini akan menjadi sejarah awal penguatan pesantren, sebab, sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, pesantren belum sepenuhnya mendapat pengakuan negara.

“Jangan ditanya sumbang sih pesantren terhadap negara, banyak sekali, kalau masyarakat di kampung-kampung sih sudah banyak yang mengakui peran pesantren, tapi pengakuan negara belum sepenuhnya, kini saatnya negara memberikan pengakuan yang pantas untuk pesantren,”pungkas Cucun.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here