Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Sebuah buku yang menceritakan perjalanan (biografi) kehidupan agama, demokrasi dan politik (ADEMPOL) Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, dibedah dan dilaunching di Fraksi PKB DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (15/4).

Hadir Ketua PBNU Prof. Dr. Ma’shum Mahfud, dan Prof Dr. Lili Romli (LIPI) serta penulis buku Lukmanul Khakim. Penulis menceritakan jika Cak Imin sejak kecil yang hidup di lingkungan Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur yang diasuh oleh pendiri NU KH. Bisri Syansuri.

BACA JUGA  Fahri Nilai Kualitas Pelayanan Haji Makin Baik

Karena itu tak heran jika akrab dengan istilah-istilah pesantren saat menjadi aktifvis Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) di UGM Yogyakarta, hingga memimpin PKB, menjadi Menakertrans RI, Wakil Ketua MPR RI, dan jabatan spirititual sebagai Panglima Santri. “Panglima Santri tentu sangat berat, karena membawahi 28.000 (dua puluh delapan ribu) pesantren di bawah naungan NU,” kata Lukmanul.

BACA JUGA  Bamsoet: Soal Sabu ' Kontainer'; Usut Tuntas!
IKLAN

Cak Imin mengaku saat terjun di politik diajak oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan aktif di Forum Demokrasi (FORDEM) bentukan Gus Dur bersama kalangan intelektual di Jakarta. Selanjutnya pasca reformasi mendirikan PKB. “Padahal sejak menjadi aktivis di kampus, saya anti partai politik Orde Baru. Tapi, ternyata partai politik itu tergantung orangnya. Kalau orangnya baik, maka akan baik,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here