ilustrasi/net

Laporan: H Laudi Djayasinga
BANDARLAMPUNG-Menyusul terbitnya Perda No 6 Tahun 2019 soal kawasan tanpa Rokok (KTR) mendapat dukungan dari kalangan akademisi.

Ketua PSKP UBL, Fandy Ritonga menyatakan, menyambut baik pemerintah daerah kabuaten Tulang Bawang sudah berani mengeluarkan produk peraturan soal KTR.

Dikatakan, banyak manfaat yangbisa diambil oleh masyarakat, selain Tulangbawang lebih bersih juga masyarakat akan sedikit bertambah sehat.

BACA JUGA  Mahasiswa UBL Kunjungi Enam Lembaga Negara

Fandy Ritonga, kandidat doktor di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia ini menjelaskan, terbitnya Perda KTR harus didukung dengan rumusan dan norma-norma yang baik. Agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Kesamaan visi semua pihak haruslah satu. Agar Perda ini memberikan manfaat dan tidak latah apalagi ikut-ikutan tanpa bisa diterapkan,’tukasnya.

BACA JUGA  TIM UBL Juara Pertama DBC

Ada beberapa catatan akademik pada Perda KTR ini, dengan harapan pihak pemda atau pengusul Perda bisa memberikan keterangan atas masukan-masukan ini.

“Saya fikir diskusi mendalam perlu dilakukan pemda, agar Perda ini benar-benar dapat dirasakan,”ujar Fandi yang disebut-sebut salah seorang tim hukum Arinal-Nunik di Pemrov Lampung ini kepada lintaslampung. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here