BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
BOGOR – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, masa depan Senayan (Parlemen) itu, tetap harus menjadi silicon vally dari kebebasan pers. Dirinya menyatakan ini karena tidak melihat adanya dinamika institusi pers yang lebih dari yang ada di Senayan ini.

“Makanya, Senayan itu tempat lahirnya Dewan Pers, tempat lahirnya institusi pers, juga tempat lahirnya inovasi-inovasi dalam pers. Dan saya juga minta di teman-teman itu ada divisi teknologi pers. Tolong ini diperhatikan,” kata Fahri Hamzah saat membuka acara Silaturahmi DPR RI Dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen Dalam Rangka Mewujudkan Parlemen Modern di Wisma Griya Sabha DPR RI, Cisarua, Boqor, Jumat (23/11).

BACA JUGA  Basarah Terima Anugerah Muslim Award

Acara sarasehan yang berlangsung selama dua hari (23-25/11) ini, selain dihadiri ratusan wartawan sebagai peserta, juga dihadiri Anggota BURT DPR dari F-PDI Perjuangan Rendy Lamajido, Sekjen DPR Iskandar, Deputi Persidangan DPR Damayanti, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR YOI Tahapari serta jajarannya.

Melanjutkan sambutannya, Fahri Hamzah mengaku kalau dirinya adalah orang yang anti media mainstreem, dalam pengertian sekarang ini tengah menghadapi sosial media (sosmed). Sosmed, lanjut dia, jangan dilawan dengan konglomerasi pers, tapi dilawan dengan agar setiap orang itu menjadi insan dari institusi pers yang membangun kekuatan dengan sungguh-sungguh detail dan murah, serta bertanggungjawab dengan komit dengan jurnalistik, dapat teridentifimasi agar ada ketertiban.

BACA JUGA  Aziz : Tak Jamin Pansus Jiwasraya Terbentuk

“Terima kasih kepada pengurus wartawan Parlemen yang telah melakukan penertibkan anggotanya. Dan ini lah bedanya nanti dan teman-teman akan punya nama. Karena di luar sana, ada teknologi yang membolehkan hoaks dan berita bohong,” ujar politisi dari PKS itu mengingatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here