BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Proses peradilan panjang sudah dilakukan oleh Fahri Hamzah hingga berkekuatan hukum tetap di Mahkamah Agung (MA). MA pun sudah menolak kasasi yang diajukan oleh Presiden PKS M. Sohibul Iman dan kawan-kawan.  Namun, PKS masih tidak mengindahkan putusan tersebut.

Karena itu Wakil Ketua DPR RI itu akan meminta juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, untuk menyita berbagai aset PKS dalam waktu dekat ini.

“Apakah berupa gedung, mobil, dan lain-lain yang bisa disita sesuai putusan pengadilan senilai Rp 30 miliar,” tegas kuasa hukum Fahri, Mujahid Abdul Latif di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (25/1).

BACA JUGA  Mendikbud Diminta Evaluasi Sistim Belajar Daring

Padahal, Sohibul Iman dkk sudah berkali-kali melakukan banding. Baik ke PT DKI Jakarta maupun MA, namun kalah. Pada 30 Juni 2018 putusan dari MA sudah terbit dan baru diterima oleh Fahri pada 3 Januari 2019 lalu.

Pada 9 Januari Fahri kirim surat ke PKS agar menjalankan putusan pengadilan tersebut selama satu minggu, namun tetap menolak. Selanjutnya Fahri menyomasi pada 23 Januari juga tak ada tanggapan.

BACA JUGA  Resesi Ekonomi, Perekonomian Alami Kontraksi

Dengan demikian Fahri pada 24 Januari lalu mengirimkan surat ke PN Jaksel, agar melakukan eksekusi terhadap putusan tersebut. “Nanti, 5 orang tergugat (Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid (HNW), Abdul Muis dan Abi Sumaid) akan dipanggil pengadilan,” pungkas Fahri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here