BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai sikap reaktif Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menanggapi kabar tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos tidak perlu melapor ke kepolisian .

“KPU cukup memberi klarifikasi kepada publik bahwa isu tersebut tidak benar, KPU itu harus ngomong apa adanya, terbuka, ngomong saja. Tidak usah lapor-lapor segala,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (4/1).

Ia menjelaskan tindakan KPU melapor ke Kepolisian berlebihan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, ia berkata KPU merupakan lembaga yang paling disoroti saat ini.

BACA JUGA  Bamsoet Ajak Tonton Film "Bali : Beats Of Paradise"

Fahri juga mengungkapkan kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh tindakn KPU berpengaruh pada legitimasi dalam pemilu. KPU harus mempersiapkan diri untuk menjawab segala persoalan yang tampak meragukan dan mencurigakan, misalnya soal informasi yang disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

BACA JUGA  DPR & Pemerintah Bahas Penyelesaian Kasus Tenaga Honorer

“Jelaskan itu ‘oh tidak ada’, kami jamin. Kalau ada kami menunggu laporannya. Kami sebagai penyelenggara menjamin’,” ujarnya.

Di sisi lain, Fahri menilai KPU harus memperlihatkan netralitasnya dalam bertugas. KPU, kata dia, tak cukup hanya menyatakan netral sebagai penyelenggara pemilu.

“KPU itu tidak saja harus netral, tetapi tampak netral. Karena dia penyelenggara, tidak boleh dia kelihatan kayak dikoordinir oleh petahana,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here