Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan, jika benar pengakuan Polhukam Wiranto soal hengkangnya Warga Negara Indonesia (WNI) ke luar negeri, sebelum hari pencoblosan pada 17 April, membuktikan kalau pemerintah tidak bisa menjaga keamanan. Malah yang terjadi justru pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi ini, nampak ikut bermain dalam kompetisi ini -maksudnya di Pemilu 2019, khususnya pemilihan presiden (pilpres).

BACA JUGA  DPR Aspresiasi Bulog Jamin Stok Pangan Jelang Idul Fitri

“Saya selalu melihat itu sebagai catatan kinerja pemerintah. Dan apabila itu terjadi, maka kesimpunya pemerintah tidak bisa menjaga keamanan, dan saya bisa membenarkan alasan itu,” kata Fahri Hamzah dihubungi wartawan, Kamis (10/4).

Akibat dari ikut bermainnya pemerintah, sehingga kemudian netralitas aparat diragukan oleh masyarakat. dan itu menjadi ancaman yang bisa menibulkan kekacauan.

BACA JUGA  Lebih Penting TPF Ketimbang Pansus Pemilu

“Sebab, terasa sekali aparatur negara bukan untuk menjadi penyelenggara yang profesional tapi untuk memenangkan calon tertentu. Ini kasat mata dan kasar dibaca dalam berita,” cetusnya.

Jadi, saran Anggota DPR dari dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, pemerintah harus memperbaiki reputasinya dihadapan masyarakat agar orang menganggap pemilu itu sebuah pesta yang damai, bukan ancaman chaos (kekacauan).

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here