BERBAGI

Laporan : Narto/Ilham/CJ
REMBANG – Meskipun tidak ada perintah yang ditujukan kepada perempuan Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, untuk ikut bekerja membantu pelaksanaan program sasaran fisik seperti pembangunan talud dan pengecoran jalan dalam program TMMD 103 Kodim Rembang.

Kepala Desa Pasedan (Kusman) hanya meminta kepada laki-laki di desa untuk ikut partisipasi membantu anggota Kodim Rembang melaksanakan pembangunan fisik secara bergiliran.

Namun rupanya kebijakan Kades Pasedan diartikan lain. Wanita desa tetap berbondong-bondong mendatangi pekerjaan fisik pemadatan jalan untuk tetap berpartisipasi.

BACA JUGA  Pic up “Dewa Penolong” Langsir Material

“Saya tetap ingin membantu tenaga sesuai kemampuan, begitu juga dengan ibu-ibu yang lain,” kata Rukyah (38) warga Pasedan, Sabtu (3/11).

Ia menjelasakan, waktu sosialisasi di balaidesa dan pedukuhan, Kades maupun Kadus hanya mewajibkan laki-laki, namun dirinya bersama sejumlah ibu yang lain menolak karena wanitapun mampu dan bisa membantu para anggota satgas TMMD.

BACA JUGA  Layanan KB Gratis Di Balai Desa

Kades Pasedan, mengakui, pihaknya hanya menjadwal atau mengatur giliran gotong-royong hanya bagi laki-laki dewasa saja, namun ia juga ikut senang kalau banyak para ibu malah berbondong-bondong turun tangan membantu para bapak di lokasi TMMD.

“Daripada kebijakan saya dianggap diskriminatif lebih baik saya pasarahkan kepada masing-masing wanita desa. Yang mau fokus di dapur umum silahkan dan yang mau bantu bangun jalan ya silahkan,” Jelasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here