Laporan: Bambang Suroboyo/Cj

BANDARLAMPUNG-Komunitas seni Dian Arza Arts Laboratory (DAAL) akan hadirkan eksperimentasi gerak dalam even Festival MonoTubuh 2021 yang akan dihelat pada akhir Januari ini.

Asisten Koreografer, Lora Gustia Ningsih, menuturkan, DAAL akan menampilkan karya bertajuk ILAIKA #3 yang mengawinkan teknik tari pada pertunjukan eksprimentasi gerak serta mengetengahkan tentang efek negatif media sosial terhadap para milenial.

“Alhamdulillah, DAAL merasa bahagia dapat menjadi salah satu komunitas seni yang khusus di undang Payung Hitam Foundation untuk akan tampil dalam event Festival MonoTubuh 2021. Untuk tahun ini, penampilan karya akan disajikan secara virtual mengingat pandemi covid-19 belum berakhir,” ujar dosen Unila ini saat ditemui Jumat pagi (15/01/2021).

BACA JUGA  Gubernur-Perindo-Polinela Kembangkan Tuna

Sementara itu, Edo Yogga Saputra, salah seorang pemain dalam pertunjukan ini memaparkan bahwa proses latihan berlangsung sekitar dua bulan dan nyaris setiap hari. Menurutnya, para pemain dituntut tidak hanya memiliki olah tubuh yang mumpuni namun juga memahami konsep mengenai pengaruh buruk sosial media.

“Memang era disrupsi membawa efek negatif  terhadap kaum milenial berupa kecanduan media sosial dan melupakan interaksi sosial secara langsung. Akhirnya, para milenial banyak terjebak membuat pencitraan aktualisasi diri secara instan di media sosial serta meniru apa yang mereka lihat di berbagai platform sosial,” katanya.

BACA JUGA  Pemprov Hibahkan Tanah ke KPP Pratama

Diakhir obrolan Edo menjelaskan, pertunjukan yanh akan dimainkan oleh lima orang pemain akan menghadirkan simbol-simbol teknologi serta mengambil nuansa visual kekinian sebagai bentuk pendekatan karya agar lebih mudah di pahami penonton.

“Semoga karya ini bisa membawa pencerahan pada kaum milenial agar tidak tenggelam dalam dunia maya serta bijak saat bermain medsos dan saring sebelum sharing” tegas Edo menutup wawancara. ##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here