BERBAGI
illustrasi

Laporan : Ilham/Heri/CJ
Terlalu lama duduk memang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Terlebih jika tidak dibarengi dengan tubuh yang aktif.

Percaya tidak percaya, menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis BMJ, duduk terlalu lama hingga 9,5 jam atau lebih setiap harinya berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini.

Penelitian ini dipimpin Profesor Ulf Ukelund dari Norwegian School of Sports Sciences di Oslo, Norwegia.

Para peneliti menganalisis studi yang menilai bagaimana aktivitas fisik dan waktu duduk dikaitkan dengan risiko kematian.

Menggunakan akselerometer, perangkat yang dapat dipakai yang melacak volume dan intensitas aktivitas, untuk mengukur aktivitas total, tingkat intensitas dipisahkan ke dalam kategori ringan, sedang dan kuat.

BACA JUGA  5 Manfaat Teh Daun Alpukat, Ini Cara Membuatnya

Memasak atau mencuci piring adalah contoh kegiatan dari aktivitas ringan, jalan cepat atau memotong rumput dianggap intensitas sedang, dan jogging atau membawa beban berat dinilai sebagai contoh intensitas yang kuat.

Hasilnya, mereka yang tidak aktif memiliki risiko peningkatan lima kali lebih tinggi, menurut peneliti yang dilansir dari CNN Internasional dan Suara.com, Senin (26/8).

Penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada 36.383 orang dewasa yang berusia setidaknya 40 tahun dengan usia rata-rata 62 tahun. Peserta dilacak lebih dari rata-rata 5,8 tahun.

BACA JUGA  8 Tips Menyembuhkan Sakit Tenggorokan Secara Alami

Namun, temuan dalam penelitian ini mungkin tidak berlaku untuk populasi lain dan orang yang lebih muda. Meski begitu, tubuh yang aktif tetap diperlukan.

Setidaknya buat tubuh bergerak selama 150 menit untuk intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik yang kuat setiap minggu. Ini adalah pedoman yang direkomendasikan oleh National Institute of Health.

“Duduk lebih sedikit dan bergerak lebih sering,” pesan peneliti dalam studi ini.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here