BERBAGI

JAKARTA – Penyelenggaraan pelaksanaan forum kerjasama Parlemen Asia Pasifik di Jakarta, 23-24 Juli, merupakan inisiatif DPR RI sebagai upaya mendukung diplomasi Pemerintah dalam mencari terobosan baru untuk mengembangkan kerjasama kemitraan diberbagai bidang khususnya ekonomi dengan negara-negara di Kawasan Pasifik.

” Sidang ini merupakan momentum fenomenal dalam sejarah keparle menan Indonesia, sehingga sekjen DPR RI harus jeli memanfaatkan peluang ini dalam memberikan publicly awereness kepada masyarakat luas tentang fungsi dan peran DPR RI,” kata Sekjen DPR RI Indra Iskandar kemarin di Media Center Gedung DPR.

BACA JUGA  Pelantikan Presiden/Wapres Dijamin Aman

“Sidang ini mengambil tema pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan maritim,karena hal ini menjadi perhatian bersama dari Indonesia dan negara-negara Pacific,” tambahnya.

Indra menjelaskan dari 16 negara Anggota Pasific Island Forum yang diundang, 15 negara menyatakan hadir.Dan rencananya akan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla.

“Pelaksanaan forum kerjasama Parlemen Asia Pasifik akan dimanfaatkan sebagai untuk pembicaraan bilateral yang lebih intensif sehingga dapat menghasilkan MOU,” jelasnya.

Dikatakan Indra, Sekjen DPR RI juga berkomitmen akan turut membantu peningkatan capacity building di sekretariat parlemen negara-negara pasifik.

BACA JUGA  DPR Minta Investigasi Menyeluruh terkait Jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD

“Antara lain melalui pelatihan,workshop dan vocational training. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan people to people contacts sehingga masyarakat Pasifik bersikap lebih bersahabat terhadap Indonesia,” ungkapnya.

Sekjen DPR RI mengharapkan Sidang ini dapat menjadi gerbang baru bagi kerja sama antar parlemen yang lebih luas antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik sehingga program-program kerjasama baru dalam kerangka kemitraan parlemen dapat terwujud.[heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here